SHARE

Kebijakan Kejaksaan Agung untuk terus memproses kasus Setya Novanto, rupanya tidak bulat. Lingkaran internal petinggi di gedung bundar tersebut, selama ini, tak bulat mendukung penyidikan dugaan permufakatan jahat yang dituduhkan pada Setya Novanto.

Beberapa petinggi di Kejaksaan Agung jelas-jelas tak setuju atas kenekatan Jaksa Agung H.M. Prasetyo, menyelidiki kasus yang sangat lemah, bahkan tidak memiliki bukti sama sekali tersebut. Puncaknya, Jumat (29/1/2016),  Wakil Jaksa Agung Andhi Nirwanto mundur dari jabatannya.

Andhi Nirwanto menyatakan telah mengajukan surat pengunduran diri sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Pengunduran diri dilakukan menyusul berakhirnya masa jabatan Andhi pada bulan ini.

“Saya telah mengajukan surat pengunduran diri sebagai PNS,” kata Andhi Nirwanto di Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (29/1/2016).

Meski Wakil Jaksa Agung tidak menjelaskan alasannya mengajukan pengunduran diri sebagai PNS, namun banyak pihak menyebut hal itu lebih disebabkan perbedaan pandangan antara Andhi Nirwanto dengan H.M. Prasetyo. Apalagi  masa tugas Andhi sebagai PNS masih tersisa sekitar dua tahun lagi. Ia adalah jaksa karier yang memiliki kesempatan untuk meraih puncak karier di gedung bundar tersebut.

Terkait rencana kegiatan setelah tugasnya selesai, hal itu juga tidak disebutkannya. Andhi Nirwanto selama berkarier di Kejaksaan Agung pernah menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

Pada 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengangkat Andhi sebagai Wakil Jaksa Agung semasa Korps Adhyaksa dipimpin Basrief Arief. Setelah Basrief selesai menempuh masa tugas, Andhi sempat menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung.

Dia kembali menjadi Wakil Jaksa Agung setelah Joko Widodo menunjuk Muhammad Prasetyo sebagai Jaksa Agung pada November 2014.