SHARE

Banjarnegara – Serangan untuk serangan yang dihadapi anggota Polri tidak luput dari perhatian Kapolres Banjarnegara yang baru, AKBP Nona Pricilia Ohei. Beberapa langkah dikerjakan untuk mengamankan orang-orang serta polisi dari tindakan teror, terlebih ISIS.

Nona Pricilia baru dilantik pada Kamis, 6 Juli 2017 menukar penjabat lama, AKBP Saiful Anwar yang saat ini jadi Wakil Direktur Reserse Kriminil Polda Jateng. Nona terlebih dulu adalah Kepala Unit Cyber Crime Bareskrim Mabes Polri.

Nona menyebutkan, seperti daerah beda di Indonesia, Kabupaten Banjarnagara tidak luput dari dampak ISIS. Ini di ketahui sesudah seseorang simpatisan ISIS yang disangka ikut serta dalam serangan Marawi, Filipina, Mei 2017 lantas teridentifikasi datang dari Banjarnegara.

Orang itu, Yoki Pratama Windyarto (21), hilang kontak dengan keluarganya mulai sejak Februari 2017. Terakhir, Yoki disangka jadi satu diantara simpatisan ISIS Indonesia yang ikut serta invasi Kota Marawi pertama.

Nona menyebutkan, untuk menghadapi tindakan teror di Markas Komando Polres Banjarnegara, sebagian Standard Operasional Prosedural (SOP) baru mesti diberlakukan. Diantaranya, pengamanan dikerjakan dengan meletakkan petugas bersenjata di gerbang paling utama pintu masuk Markas Polres Banjarnegara.

” Hal semacam ini dikerjakan untuk menghadapi ancaman terorisme yang diperuntukkan pada Markas Komando Polri, ” tutur dia, Minggu malam, 9 Juni 2017.

Beberapa petugas bersenjata komplit itu harus juga menggunakan rompi antipeluru. Personel diletakkan pada gerbang paling utama Polres Banjarnegara. Tamu yang datang ke Markas Polres Banjarnegara akan melakukan kontrol ketat tanpa ada terkecuali. Satu per satu orang-orang yang datang juga dikerjakan kontrol serta penggeledahan oleh anggota.

Terkecuali pengamanan di Mako Polres Banjarnegara, langkah antisipatif juga dikerjakan deretan kepolisian di kecamatan serta desa-desa. Hal tersebut dikerjakan untuk menghadapi peluang serangan teror, sekalian masuknya dampak ISIS di Banjarnegara

” Berkaitan hal tersebut, Polsek serta jajarannya juga kami sertakan dalam usaha mencegah dengan lakukan patroli teratur baik pagi sampai malam hari, ” ia menjelaskan.

Tidak berhenti di situ, pada upacara Hari Ulang Th. Bhayangkara, Senin, 10 Juli 2017, Polres Banjarnegara juga mengaplikasikan pengamanan berlapis pada alun-alun Banjarnegara jadi tempat berlangsungnya upacara. Personel bersenjata, baik mengenakan seragam ataupun tidak mengenakan seragam disebar untuk mengamankan upacara itu.

” Untuk menghadapi peristiwa yg tidak dikehendaki waktu upacara berjalan, dari mulai anggota Polres Banjarnegara bersenjata sampai unit K9 kami siagakan di sebagian titik dengan dibantu dari Brimob Gegana dari Purwokerto, ” ucap Nona.

Nona juga mengharapkan langkah pengamanan yang dikerjakan Polri ini di dukung orang-orang. Dia mengajak orang-orang untuk bertindak aktif dalam melindungi kamtibmas di lingkungannya dari tindakan teror. Dia mengharapkan dengan terdapatnya langkah antisipatif ini, lokasi Banjarnegara tetaplah aman serta kondusif.

” Aktifkan aktivitas pada pos kamling di lingkungan serta wajibkan tamu 1×24 jam untuk lapor pada ketua RT/RW untuk menghindar ada orang mencurigakan yang tidak di kenal, ” tuturnya.