SHARE

Honolulu – Tentara Amerika Serikat (AS) yang di tangkap karna berikan support pada grup radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), di ketahui sempat ditugaskan ke luar negeri. Tentara ini sempat ditugaskan ke Korea Selatan (Korsel), Irak serta Afghanistan.

Ikaika Kang (34) ditahan oleh agen Biro Investigasi Federal (FBI) pada Sabtu (8/7) saat setempat di Hawaii. Kang tengah jadi konsentrasi penyelidikan militer AS serta FBI sepanjang lebih dari satu tahun paling akhir. Dia didakwa memberi support material pada ISIS.

Menurut catatan pekerjaan militer AS, seperti ditulis Reuters, Selasa (11/7/2017), Kang sempat ditugaskan ke luar negeri sejumlah 3x selama karir militernya. Dia ditugaskan ke Korsel th. 2002-2003, lalu ke Irak th. 2010-2011 serta ke Afghanistan pada th. 2013-2014.

Sekarang ini, Kang bermarkas di Barak Militer Schofield di Pulau Oahu, Hawaii. Dia adalah anggota Brigade Aviasi Tempur ke-25 serta Divisi Infanteri ke-25 Angkatan Darat AS. Kang adalah seseorang spesialis pusat kendali jalan raya udara yang mempunyai pangkat sersan kelas satu.

Barak Schofield ada di tempat berjarak sekitaran 27 km. dari ibu kota Honolulu. Barak militer itu dibuat pada th. 1908 jadi garnisun untuk pertahanan militer AS di Pearl Harbor serta Pulau Oahu. Barak militer itu jadi tempat tinggal untuk lebih dari 22 ribu personel militer AS serta keluarganya.

Dijelaskan dalam dokumen pengadilan distrik AS di Honolulu, Kang sudah menyebutkan sumpah setia pada ISIS. Tetapi tidak di ketahui tentu mulai sejak kapan Kang ikut serta dengan ISIS.

Dalam masalah ini, Kang juga dituduh berupaya memberi dokumen militer serta pertolongan kursus pada ISIS.

Baca Juga  Iran Ucapkan Selamat pada Irak Usai Kalahkan ISIS di Mosul

Militer AS berusaha keras menghindar terjadinya masalah kekerasan militansi oleh personel militernya sendiri. Seperti yang berlangsung di Fort Hood di Texas, th. 2009 lantas, waktu seseorang tentara AS bernama Mayor Nidal Hassan lakukan penembakan brutal sampai menewaskan 13 orang serta melukai 32 orang yang lain. Dalam aksinya, Hassan mengatakannya jadi pembalasan atas perang Amerika didunia muslim.