SHARE

JAKARTA- Terdakwa petinggi Direktorat Jenderal Pajak Handang Soekarno akan membacakan nota pembelaan pribadi atau pledoi berkaitan masalah yang membelitnya.

Handang Soekarno akan membela dianya selesai dituntut pidana penjara 15 th. serta denda Rp 750 juta pada sidang terlebih dulu.

Handan dinilai dapat dibuktikan tidak mematuhi perbuatan korupsi serta tidak mematuhi Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 th. 1999 seperti dirubah dengan Undang-Undang Nomor 20 th. 2001 mengenai tindak pidana pemberantasan korupsi.

Tuntutan itu menurut JPU Jaksa Takdir Suhan karna perbuatan Handang menyebabkan dampak yang mengagumkan pada orang-orang terutama harus pajak.

” Argumen JPU KPK menuntut hingga 15 th. itu, yaitu kembalikan keyakinan umum, terutama harus pajak. Karna kita memahami Harus Pajak yaitu satu diantara sumber keuangan untuk pembangunan, ” kata Takdir selesai persidangan, Jakarta, Rabu (21/6/2017).

Menurunnnya keyakinan harus pajak kepda pegawai pajak, hal tersebut akan menyebabkan menyusutnya pemasukan untuk membiayai pembangunan.

” Jadi kami menginginkan masalah ini masalah paling akhir yang berada di pajak, hingga dampak kapok untuk pegawai pajak serta harus pajak tersebut akan tidak sekali lagi lakukan yang sama dalam merampungkan masalah pajaknya, ” papar Takdir.

Takdir mengaku bila uang yang di terima Handang cuma Rp 2 miliar. Walau demikian, kata dia, pihaknya memanglah menuntut tidak berdasar pada jumlah sogokan namun dari dampak yang diakibatkan.

” Dibanding masalah beda tidak jadi patokan jumlah uang suap, namun dampak sosial di orang-orang itulah yg tidak dapat dinilai uang atau berapakah lama dia dipidana, ” tukas Takdir.

Perbuatan Handang dinilai tidak mensupport usaha Pemerintah dalam usaha pemberantasan korupsi serta turunkan tingkat keyakinan orang-orang yagn pada usaha Pemerintah dalam tingkatkan penerimaan negara dari bidang perpajakan lewat program tax amnesty.

Baca Juga  Menurut Komnas HAM Jangan Terburu-buru Simpulkan Kasus Pengeroyokan Hermansyah

Handang terima janji sebesar 148. 500 Dolar Amerika Serikat atau setara Rp 1. 998. 810. 000 Country Director PT EK Sempurna Export Indonesia Ramapanicker Rajamohanan Nair.

Uang itu adalah beberapa dari jumah yang dijanjian Rp 6 miliar supaya Handang menolong percepat penyelesaian persoalan pajak yang dihadapi PT EK Sempurna Export Indonesia.

Persoalan pajak itu diantaranya mengajukan pengembalian keunggulan bayar pajak (restitusi), Surat Tagihan Pajak Pajak Bertambahnya Nilai, Penolakan Pengampunan Pajak (tax amnesty) serta Kontrol Bukti Permulaan pada Kantor Service Pajak Penanaman Modal Asing (KPP PMA Enam) Kalibata serta Kantor Kanwil Ditjen Pajak Jakarta.