SHARE

Jakarta – AAB dengan kata lain Abu Umar, terduga teroris yang diamankan Densus 88 Antiteror dari tempat tinggal mertuanya di Kampung Bobojong, Sukabumi, Jawa Barat, di ketahui sempat melakukan aktivitas di satu diantara perusahaan MLM (multilevel marketing). Mamat Rahmat, ketua RT tempat aktor tinggal, mengakui kaget atas penangkapan aktor oleh Densus 88.

” Dia sempat usaha MLM product obat-obatan, saya juga di ajak dia itu dahulu sekali sempat tinggal lama sekitaran setahunan disini. Tetapi kemudian tuturnya semakin banyak di Cianjur, ” kata Mamat di halaman Mapolsek Caringin, Resor Sukabumi, pada Selasa (11/7/2017) malam.

Menurut Mamat, ia tidak ketahui pernikahan Abu Umar dengan sang istri berinisial SN, yang ada di lingkungannya. Sebab, istri aktor, dimaksud Mamat, yaitu warga pindahan dari kecamatan beda. ” Nikahnya kapan saya kurang tahu tentu, tahu-tahu keluarga istrinya tinggal disini telah bawa anak, ” paparnya.

Mamat mengakui kaget atas penangkapan Abu Umar oleh pihak Densus 88 Antiteror karna, setahu dia, tak ada kesibukan aktor yang mencurigakan. Mamat menerangkan, sepanjang tinggal di Cianjur, aktor seringkali ke Sukabumi untuk berkunjung ke mertuanya yang sedang sakit.

” Bila dia bercakap kan banyak gunakan bhs Indonesia. Paling akhir ketemu dia cuma nanya berita saya karna seringkali kesini nengok mertuanya yang sakit-sakitan. Bila ngajak yang aneh-aneh tidak sempat, maka dari itu kaget juga mendadak di tangkap Densus 88, ” lanjutnya.

Terlebih dulu, Kabid Humas Polda Jawa barat Kombes Yusri Yunus menerangkan Abu Umar adalah anggota sel baru jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang datang dari Grup Garis Cianjur, yang disangka juga akan lakukan serangan pada etnis spesifik serta kantor polsek di lokasi hukum Polres Sukabumi Kota serta Polres Cianjur.