SHARE
Mahasiswa Muhammadiyah ancam akan duduki KPK jika tak bisa buktikan soal tuduhannya pada Amien Rais.

KPK dinilai sangat tendensius dalam melaksanakan tugasnya. Terutama dalam persidangan kasus korupsi alat kesehatan dengan terdakwa, mantan Menkes Siti Fadilah Supari.

Dalam persidangan Rabu (31/5/2017), di pengadilan Tipikor, Jakarta, jaksa penuntut umum tiba-tiba menyebut Amien Rais menerima aliran dana korupsi sebesar Rp600 juta.

Pengungkapan ini dinilai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) Taufan Putra Revolusi Korompot, sangat tendensius.

“Kami melihat tuduhan jaksa KPK yang dialamatkan ke Amien Rais sangat tendensius. Kami mencium ada indikasi kriminalisasi terhadap Pak Amien yang beberapa bulan ini gencar melakukan kritik terhadap rezim saat ini. Ada yang merasa tidak nyaman dengan kritik Pak Amien yang terus nyaring menyuarakan kebenaran.” Kata Taufan.

Taufan juga menilai tudingan ke Amien Rais adalah ecek-ecek. Taufan  menantang  keberanian pimpinan KPK untuk mengusut skandal korupsi besar yang melibatkan elit politik di lingkaran Istana

“Kami menantang nyali pimpinan KPK untuk mengusut skandal korupsi-korupsi besar yang merugikan keuangan Negara dalam skala besar yang selama ini telah menyengsarakan rakyat. Sebut saja, kasus BLBI yang merugikan keuangan Negara 600 triliun, berani gak KPK mengadili Megawati?” Tantang Taufan.

Taufan mengancam ribuan kader IMM akan menduduki kantor KPK jika tuduhan yang dialamatkan ke Amien Rais tidak bisa dibuktikan.

“Kami tidak mau KPK menjadi perpanjangan tangan rezim, jika KPK tak mampu membuktikan tuduhan ke Amien, siap-siap ribuan kader IMM akan duduki kantor KPK.” ucap Taufan.

Baca Juga  KPK Merasa Kebal Terhadap Hak Angket DPR