SHARE

Jakarta – Kemunculan politikus muda Tsamara Amany yang berani Twitwar dengan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah masalah Pansus Angket KPK berhasil memantik perhatian umum. Maklum Tsamara yang sekarang ini jadi satu diantara Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu masih tetap termasuk muda.

Dia kelahiran 24 Juni 1996 serta sekarang ini duduk di Semester VI Jurusan Pengetahuan Komunikasi di Kampus Paramadina. Sejarahwan dari Yayasan Nabil, Didi Kwartanada menilainya Tsamara yang umum disapa Sammy itu yaitu sosok yang fenomenal.

Bahkan juga Didi yang sempat menulis biografi ‘AR Baswedan Membuat Bangsa, Merajut Keindonesiaan’ itu menilainya, Sammy serupa dengan sosok AR Baswedan.

” Tsamara ini fenomenal, dia serupa sekali dengan AR Baswedan. Bila Baswedan berkawan dengan wartawan serta penulis kawakan Liem Koen Hian, Tsamara ini berteman dengan Pak Basuki (Tjahaja Purnama atau Ahok), ” kata Didi waktu terlibat perbincangan, Rabu (12/7/2017).

Mengenai debut AR Baswedan, Didi dalam buku itu diantaranya menuturkan debut kakek dari Anies Baswedan itu yang begitu Indonesia Sentris. Ia memelopori bagaimana warga keturunan mesti berhubungan dengan pribumi asli. Membaur dalam kehidupan bermasyarakat jadi warga negara yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Meskipun dia keturunan arab, Baswedan mengaku kalau tanah airnya yaitu Indonesia karna ia lahir serta di besarkan dengan nilai nilai kebudayaan Indonesia bukanlah dengan lingkungan budaya Arab.

Sudah pasti dia banyak memperoleh kecaman dari kelompok Wulaiti yang berasumsi kalau tanah airnya yaitu arab, bukanlah Indonesia. Untuk mereka Indonesia yaitu tempat mencari nafkah saja. Namun AR Baswedan berani berseberangan dengan mereka.

Tsamara sendiri tidak sangat memedulikan asal mula jati diri pribadinya. Bahkan juga ia memiliki pendapat masalah jati diri kesukuan, etnis, agama, atau paras seorang tidak butuh dipermasalahkan sekali lagi. Meskipun demikian bukanlah bermakna dianya meremehkan seutuhnya asal-usul leluhurnya.

Baca Juga  Tsamara: Saya Ingin Lebih Dalam Lagi, Usai Bertemu Fahri Hamzah

” Hanya jadi anak muda kita mesti berani meninggalkan fanatisme buta atas kelompok karna kita keduanya sama lahir di bumi Indonesia, ” tutur Tsamara.