SHARE

Satu bom meledak serta menewaskan satu orang di Dusun Karya ‎Bakti RW 2, RT 1, Desa Pasir Paling utama, Kecamatan Rambah Samo, Rokan Hulu, Riau, Kamis (20/8/2017).

Ketua RW 2 Sukarji menerangkan, insiden itu berlangsung sekitaran jam 11. 30 WIB. Ledakan terdengar sampai jarak radius 1 km..

Ia mengatakan, korban ledakan bom itu sejumlah sekitaran lima orang. Satu orang, yakni Wanda (30) tewas di tempat peristiwa.

Sedang empat orang yang lain, yaitu Sugianto, Heru, Dedek Sopian, serta Yugi Wiarjo terluka.

Berdasarkan penjelasan warga, korban serta kawan-kawannya memperoleh bom dari perkebunan sawit.

” Saya juga tidak tahu tentu sich, Mas seperti apa peristiwanya. Namun setahu saya peristiwanya ‎itu mereka temukan bom. Setelah itu bom itu dibawa ke tempat kerjanya serta dimainkan Swanda serta meledak, ” kata Kiman.

Wakil Komandan (Wadan) Korps Paskhas TNI AU Marskal Pertama Yudi Bustami menuturkan, berdasar pada info yang dirangkum pihak Paskhas TNI AU di lapangan, awalannya warga Desa Rambah Paling utama bernama Fahmi temukan benda serupa baterai sepeda motor sisa yang terakhir di ketahui yaitu TNT.

Lalu, Fahmi mengemukakan temuannya pada mertuanya, Ujun. Karna takut, Fahmi menempatkan satu TNT yang diketemukan di teras tempat tinggal kontrakan punya Kartono yang dihuninya.

” Ia juga masuk ke tempat tinggalnya serta tertidur, ” ucapnya.

Setelah itu, datang korban Wanda yang disebut rekan Fahmi.

Sembari terlibat perbincangan dengan beberapa rekannya, korban lihat barang yang ditempatkan Fahmi diteras tempat tinggalnya.

Terasa penasaran, wanda juga ambil TNT itu serta waktu itu Wanda pernah diingatkan Ujun supaya tidak bermain-main dengan barang beresiko itu.

Walau telah diingatkan Ujun, korban Wanda tidak mempedulikan.

Ia malah menggesekan kabel-kabel yang berada di TNT yang serupa dengan baterai sepeda motor usang.

” Waktu dilarang Wanda pernah menyebutkan ‘Biar saja tak ada apa-apa. Ini juga akan saya amankan, besok saya gunakan untuk mencari ikan di laut’. Waktu Ujun masuk ke tempat tinggal, terdengar nada ledakan, ” ungkap Yudi menurut pernyataan Ujun ke pihak Paskhas TNI AU

TNT punya Paskhas

Wakil Komandan (Wadan) Korps Paskhas TNI AU Marskal Pertama Yudi Bustami mengaku momen itu yaitu karena kelalaian anggotanya.

” Jadi yang meledak itu bukanlah ledakan bom, tetapi ledakan satu TNT (‎trinitrotoluene), ” tuturnya.

Dia mengaku TNT itu punya Paskhas TNI AU yang ketinggalan di tempat sesudah 150 personel usai melakukan latihan Serangan Fajar, sisi dari Latihan Perang ‘Trisula Perkasa 2017’.

Setelah itu, sesudah latihan, personel kembali‎ ke Bandara Tuanku Tambusai Pasirpangaraian berada di Desa Rambah Samo Barat.

Sesudah berkonsolidasi, mereka merencanakan lakukan penyisiran tempat sisa latihan.

Belum juga pernah personel lakukan penyisiran di tempat, terdengar ledakan keras sampai ke Bandara Tuanku Tambusai. ‎

Mendengar hal itu, Yudi jadi Direktur Latihan Trisula Perkasa 2017 percaya ledakan masih tetap ada hubungan dengan latihan Serangan Fajar yang barusan mereka kerjakan di Dusun Karya Bakti, Desa Rambah Paling utama.

” Demikian mendengar ledakan, anggota meluncur ke sumber nada ledakan, karna kami mengira itu daerah latihan, ” tuturnya, didampingi di Kantor Camat Rambah Samo, didampingi Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto, serta Camat Rambah Samo Zulbahri.

Bertanggung jawab

Wakil Komandan (Wadan) Korps Paskhas TNI AU Marskal Pertama Yudi Bustami menyebutkan pihaknya juga akan bertanggungjawab berkaitan peritiwa meledaknya TNT.

” Jadi lagi kami katakan kami juga akan bertanggungjawab, sesudah kami kenali ciri-cirinya, itu yaitu kelalaian Tim Demolisi. Tak ada sedikitpun untuk menyakiti, semuanya untuk membela orang-orang. Terlebih kesengajaan, ” ucapnya.

Marskal Pertama Yudi mengakui, begitu menyesal atas peristiwa itu.

Mewakili Komandan Korps Paskhas TNI AU, dianya mohon maaf sebesar-besarnya pada ‎keluarga korban, termasuk juga keluarga serta korban luka-luka.

” Kami juga akan bertanggungjawab maksimum pada keluarga korban. Semuanya (cost) perawatan sepanjang dirawat juga akan dijamin, Pada anggota yang lupa pasti ada ketentuannya. Pasti juga akan kami tindak sesuai sama hukum militer, ” tuturnya.