SHARE

Sidang kedua kasus proyek e-KTP Kemendagri telah dilangsungkan Kamis (16/3) di PN Tiipikor Jakarta. Dari delapan saksi yang direncanakan dihadirkan, hanya tujuh yang memberikan keterangan. Satu saksi lainnya, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo, berhalangan hadir.

Dari pemeriksaan terhadap Chairuman Harahap, yang pernah menjabat ketua Komisi II DPR, dipaparkan sejumlah fakta baru terkait isu bagi-bagi uang yang dilakukan oleh Andi Agustinus atau Andi Narogong.

Chairuman Harahap juga membantah menerima uang hasil korupsi pengadasan KTP elektronik tahun anggaran 2011-2012.

“Enggak ada pak,” kata Chairuman Harahap.

Chariuman pun mengatakan tidak ada bagi-bagi uang di Komisi II DPR RI.

Ketua Majelis Hakim Jhon Halasan Butar Butar kemudian mengingatkan Chairuman agar menberikan keterangan yang benar karena telah disumpah.

hakimku

“Saya ingatkan Anda akan sumpah. Ini agak berbeda saya lihat. Kalau tadi kan (Diah Anggraini) mengaku ada bagi-bagi uang,” kata Jhon Halasan Butar Butar.

“Enggak ada, Pak,” jawab Chairuman.

“Tidak pernah?” tanya Jhon Halasan lagi.

“Tidak ada Pak,” jawab politikus Partai Golkar itu .

Hakim kemudian membacakan hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Chairuman saat diperiksa penyidik KPK.

Hakim membacakan mengenai bukti tulisan tangan yang ditemukan di rumah Chairuman tanda terima senilai Rp 1.250.000.000 kepada Linda M Harahap.

Surat tersebut tertera pada 16 Oktober 2011 dan diminta untuk diinvestasikan.

“Itu memang saya investasikan, ada uang saya. Sebelumnya juga ada investasi saya,” kata Chairuman.

kukikuik

Chairuman mengungkapkan Linda M Harahap adalah keponakannya sendiri dan uang tersebut ditransfer ke Linda untuk diputar dalam berbagai usaha termasuk valas.

“Pekerjaan mereka itu memang untuk investasi,” kata Chairuman yang pernah bertarung dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara.

Baca Juga  Ini Alasan Anas Tampil Hiprokrit dan Setnov Membumi

Dalam dakwaan Irman dan Sugiharto, Chairuman Harahap disebutkan menerima uang 584 ribu Dolar AS dan Rp 26 miliar.

Irman adalah bekas Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Irman sementara Sugiharto adalah bekas Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen Sugiharto.