SHARE
Ganjar Pranowo (kanan) bersama Ketua Umum PDIP, Megawati.

Terhitung hingga April 2017 ini, sudah terdapat tiga kasus utama yang melibatkan PDIP dan kader-kadernya ditangani oleh KPK. Kasu-kasus besar itu akan membuat partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarno Putri itu digerogoti.

Mulai dari kasus e-KTP yang melibatkan Yasonna Laoly (Menkum HAM), Ganjar Pranowo (Gubernur Jeteng) dan Olly Dondokambey (Gubernur Sulut). Lalu kasus P3SON Hambalang yang melibatkan Olly lagi.

Selanjutnya adalah kasus BLBI yang diprediksi bisa menyeret Mama Banteng, Megawati Soekarno Putri. Untuk kasus yang terakhir ini beberapa kali KPK sudah sempat ingin memeriksanya namun selalu gagal.

Terakkhir, banyak korban berjatuhan jika kasus itu dibuka lagi. Entah korban secara fisik seperti yang dialami oleh Novel Baswedan atau korban pemecatan dan kriminalisasi seperti yang dialami Abraham Samad.

Bukan tidak mungkin dalam waktu dekat, PDIP bakal balik menyerang ke KPK. Pertarungan saling serang ini bakal semakin seru dan frontal karena PDIP pasti akan mengerahkan segenap amunisinya mengingat pada tahun 2018 nanti Pilkada serentak akan melibatkan partai tersebut.

Paling tidak sudah ada lima provinsi seperti Jateng, dan Jatim yang di wilayah tersebut PDIP akan maju sendiri dengan mengusung kadernya.

Upaya KPK menjegal PDIP di tengah jalan menuju Pilkada ini pastilah akan membuat partai berlambang kepala banteng meradang. Menarik untuk ditunggu serangan apalagi yang bakal dilakukan oleh PDIP guna mengamankan posisinya.

Baca Juga  Wakil Ketua MPR Sebut KPK Juga Layak Dikritisi