SHARE

Kepala Polda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono memberi penghargaan pada tim Reserse Kriminil (Reskrim) Polres Magelang atas kesuksesan membuka masalah pembunuhan siswa SMA Taruna Nusantara akhir Maret 2017 kemarin.

Penghargaan diberi dengan simbolis lewat Kapolres Magelang AKBP Hindarsono pada anggota Raskrim pada upacara HUT ke-71 Bhayangkara di halaman markas Polres Magelang, Senin (10/7/2017).

” Penghargaan Kapolda Jateng pada tim reskrim berkaitan pengungkapan masalah SMA Taruna Nusantara, supaya tim lebih semangat bekerja. Kami (Polres Magelang) juga selalu memberi semangat, ” kata Hindarsono.

Dia mengatakan, tim Reskrim yang disebut terbagi dalam 14 anggota, di pimpin oleh Kepala Unit Reskrim AKP Asnanto, KBO Reskrim Iptu Abdul Munthohir, Kepala Unit PPA Aiptu Hesti Wulandari serta 11 anggota yang lain.

” Penghargaan ini dapat untuk nilai SMK (system manajemen kemampuan), ” ucapnya.

Pada upacara HUT ke-71 Bhayangkari itu, pihaknya juga memberi penghargaan Satya Lencana pada anggota yang sudah mengabdi sepanjang 24, 16 serta 8 th..

Di bagian beda, anggota yang tidak mematuhi disiplin sampai tersangkut tindak pidana juga dipakai sangsi. Hindarsono mengatakan ada 3 anggota yang dipakai sangsi disiplin, terdiri dua anggota karna sering meninggalkan pekerjaan serta seseorang anggota sekali lagi positif konsumsi narkoba.

” Kami membuat perlindungan hak-hak anggota, namun anggota yang lakukan penyimpangan juga kami tindak sesuai sama perintah pimpinan. Kami tindak tegas, ” tuturnya.

Kepala Reskrim AKP Asnanto mangaku bangga sudah terima penghargaan dari Kapolda Jawa Tengah. Hal semacam ini jadi motivasi supaya tim Reskrim bekerja tambah baik serta profesional.

Asnanto menyebutkan, sepanjang membuka masalah yang mengambil alih perhatian umum itu, pihaknya bekerja dengan profesional, tak ada desakan dari siapa saja walau masalah ini melibatkan dua anak (korban serta aktor) pejabat TNI.

” Kami bekerja prosesional, sepanjang penyidikan juga tidak desakan. Kami optimalkan semuanya anggota. Ini masalah yang pertama di Magelang, terutama di SMA Taruna Nusantara. Mudah-mudahan tak ada sekali lagi masalah sama, ” tuturnya.