SHARE

Tim sinkronisasi gubernur serta wagub dipilih DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno tidak mengurusi perubahan direksi Tubuh Usaha Punya Daerah (BUMD) DKI Jakarta.

Hal semacam ini ditegaskan oleh Ketua tim sinkronisasi Anies-Sandiaga, Sudirman Said.

” Beberapa hal yang terkait dengan personalia SKPD ataupun BUMD tidak adalah ruangan lingkup pekerjaan tim sinkronisasi, ” tutur Sudirman pada Kompas. com, Senin (10/7/2017).

Sudirman menerangkan pekerjaan tim sinkronisasi yaitu meyakinkan program Pemerintah Propinsi DKI Jakarta sesuai sama misi serta visi Anies-Sandiaga. Terutama dalam pengaturan gagasan kerja lima th. yang akan datang atau yang umum dimaksud Gagasan Pembangunan Periode Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2022.

” Konsentrasi kerja tim yaitu memberikan keyakinan program kerja Pemprov lima th. yang akan datang telah mengintegrasikan janji kerja gubernur serta gagub dipilih Anies-Sandi, ” tutur Sudirman.

Disamping itu, anggota tim sinkronisasi Edriana Noerdin menyebutkan perubahan direksi BUMD yaitu wewenang Anies-Sandiaga. Tim sinkronisasi tidak di beri pekerjaan untuk mengulas hal itu.

” Kami tidak miliki mandat mengulas itu serta itu yaitu murni ketentuan Pak Anies serta Pak Sandiaga nanti, ” tutur Edriana.

Sudirman Said memberikan, Anies-Sandiaga mempunyai kebijakan dalam membenahi organisasi di Pemprov DKI Jakarta. Dengan bekal pengalaman Anies-Sandi, Sudirman percaya perubahan direksi BUMD DKI juga akan dikerjakan sesuai sama ketentuan.

Terlebih, Sudirman ketahui ada pula pemimpin BUMD DKI yang profesional serta juga akan diperlukan Anies-Sandiaga untuk membuat Jakarta.

” Jikalau juga akan dikerjakan penyegaran, telah pastinya akan memerhatikan segi tata kelola yang baik, memprioritaskan meritokrasi, integritas, serta profesionalisme, ” tutur Sudirman.