SHARE

JAKARTA — Guru di Jakarta akan terima sangsi pencabutan tunjangan kerja daerah (TKD), jika hingga diketemukan tindakan intimidatif sepanjang masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), yang dulu di kenal jadi waktu tujuan siswa (MOS).

MPLS berjalan mulai Senin (10/7/2017) hari ini hingga Rabu (12/7/2017). Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto menyebutkan, pihaknya juga akan mengecek guru ataupun kepala sekolah jika di ketahui ada tindakan intimidatif.

” Baik berlangsung diluar atau didalam sekolah juga akan kami tindak, ” tegas Bowo saat dihubungi Wartakotalive. com, pagi hari ini.

Bila benar dapat dibuktikan, jadi juga akan dijatuhi sanski sesuai sama bobot pelanggarannya. Sangsi paling enteng, kata Bowo, yaitu pernyataan tidak senang dibarengi pencabutan TKD sepanjang sebagian bln., sesuai sama ketetapan.

Paling enteng pencabutan TKD cuma dikerjakan sepanjang satu bulan. Sesaat yang terberat dapat menjangkau dua th., bahkan juga pemecatan.

Berkaitan hal semacam ini, Dinas Pendidikan DKI Jakarta (Disdik) telah keluarkan surat edaran. Disdik memohon supaya guru serta kepala sekolah mengawasi tiap-tiap tindakan siswa senior pada junior sepanjang MPLS.

Bahkan juga, guru juga disuruh bekerjasama dengan polisi setempat untuk menghindar tindakan perpeloncoan diluar sekolah.

Baca Juga  KJP Pelaku Perundungan Dicabut Dan Dikeluarkan Dari Sekolah