SHARE

JAKARTA — Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Alfret Denny Tuejeh memercayakan perlakuan hukum tewasnya personel TNI AD, Prada Yanuar Setiawan (20 th.) karena pengeroyokan di Nusa Dua, Bali pada kepolisian. Namun, TNI AD tetaplah memantau perubahan masalah.

” Itu memanglah telah peristiwa, benar ada peristiwa sesuai sama itu, ” kata Denny di Kartika Media Centre, Jakarta, Senin (10/7).

Prada Yanuar Setiawan (20) disangka tewas sesudah ditusuk serta jadi korban pengeroyokan waktu tengah liburan di Nusa Dua dengan kawan-kawannya. Pada Sabtu (8/7), Yanuar serta kawan-kawannya yang memakai empat motor dihadang di Jalan By Pass Ngurah Rai, Jimbaran, Kuta Selatan. Yanuar di ketahui tengah ambil pendidikan infantri disana.

” Kan sudah mengetahui prajurit itu wafat, namun sesuai sama sistem penegakan hukum itu dikerjakan pada polisi. Kita cuma dapat memantau bagaimana masalah ini dikerjakan. TNI AD yakin pada Polda Bali juga akan merampungkan problem itu dengan baik, ” tuturnya.

Baca Juga  TNI Masih Kerahkan Pasukan Organik di Perbatasan Filipina