SHARE
Trimedya Pandjaitan: Andhi Nirwanto Mundur Karena Kontroversi Prasetyo
Trimedya Pandjaitan: Andhi Nirwanto Mundur Karena Kontroversi Prasetyo

Sikap kontroversial dari Jaksa Agung H.M.Prasetyo bisa menjadi faktor penyebab utama dari pengunduran diri Wakil Jaksa Agung Andhi Nirwanto. Pekan lalu, Andhi Nirwanto secara mengejutkan mengajukan pensiun dini, padahal masa baktinya masih dua tahun lagi.

“Bisa saja (Andhi Nirwanto pensiun dini karena kontroversi Prasetyo),” ujar Wakil Ketua Komisi III DPR Trimedya Panjaitan. Dalam catatan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, Andhi Nirwanto menjabat wakil jaksa agung sejak 19 November 2013. Dia juga pernah menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung pada 21 Oktober-20 November 2014.

Beredar kabar antara Andhi Nirwanto dengan Jaksa Agung M Prasetyo memiliki ketidakcocokan. Sehingga Andhi memilih mengajukan pensiun dini di usia 60 tahun. Padahal Andhi sebenarnya masih memiliki masa bhakti dua tahun lagi sebagai jaksa fungsional, setelah menjadi jaksa struktural. Jabatan jaksa struktural dari Andhi Nirwanto sendiri memang baru saja habis, terhitung sejak 31 Januari 2016.

Banyak pihak juga menilai selama setahun memimpin Korps Adhyaksa, Prasetyo kerap mementingkan kepentingan politik, ketimbang penegakan hukum. Tak pelak jika korps Adhyaksa di era kepemimpinan M Prasetyo ini mendapat sorotan tajam dari masyarakat.

Mulai dari kontroversinya keinginan Jaksa Agung M Prasetyo agar sejumlah kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat masa lalu diselesaikan melalui jalur rekonsiliasi. Juga, dugaan keterlibatan Prasetyo dalam kasus yang menyeret mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem Patrice Rio Capella, hingga keinginan Prasetyo mengusut dugaan kasus pemufakatan jahat yang menyeret mantan Ketua DPR Setya Novanto.

Tak hanya itu, Kejaksaan Agung (Kejagung) berada di posisi paling bawah berdasarkan laporan evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang diumumkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), bulan lalu.