SHARE

WASHINGTON — Presiden AS Donald Trump membela putrinya, penasihat Gedung Putih Ivanka Trump, pada Senin (10/7) setelah ia mengangkat alis beberapa orang pada akhir minggu lantas dengan ambil tempatnya di meja dengan pemimpin dunia pada pertemuan G20.

Ia sebentar duduk di kursi ayahnya di pertemuan dunia di Hamburg itu sepanjang sidang tertutup mengenai pembangunan Afrika waktu presiden Bank Dunia bicara. Penampilannya itu menyebabkan rangkaian respon di Twitter serta mengambil alih perhatian media Jerman serta gerai beda.

Pada Senin (10/7) pagi, Trump di Tweeter mengatakan penyusunan itu begitu standard. Ia juga mencatat kalau Kanselir Jerman Angela Merkel, yang menuan-rumahi temu puncak G20, sepakat.

Merkel meremehkan cara barusan pada jumpa pers setelah pertemuan G20 selesai. ” Ivanka termasuk juga perutusan AS, ” kata Merkel, yang bekerja dengannya dalam beragam problem, pada minggu lantas seperti ditulis Reuters.

Nikki Haley, duta besar AS untuk PBB, juga membela Ivanka, dengan menyebutkan kalau puteri presiden itu seringkali duduk di pertemuan dengan dia serta Trump, terlebih dalam soal menyangkut wanita serta usaha.

Ivanka Trump menggerakkan usaha baju serta perhiasan sebelumnya resmi bekerja di Gedung Putih sesudah ayahnya menjabat pada Januari. Ia ambil problem wanita jadi satu diantara bagian kebijakannya.

Di G20, ia juga jadi sorotan dalam acara terpisah dengan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim serta pemimpin dunia beda untuk meluncurkan utang negara-swasta untuk mendorong wanita entrepreneur di negara berkembang.

Lawrence Summers, bekas petinggi Bank Dunia serta penasihat ekonomi dibawah presiden dari Demokrat Barack Obama, menyebutkan kepala pemerintahan tidak sering meninggalkan tempat pada temu puncak besar serta kalau, apabila mereka mesti pergi, menteri luar negeri atau petinggi begitu tinggi beda umumnya isi tempatnya.

Baca Juga  Percakapan Trump dengan Putin Berjalan Sangat Baik

” Tak ada contoh anak kepala pemerintahan dewasa ambil tempat duduk, ” tuturnya dalam tulisan di Washington Post pada Ahad (9/7).

” Tak ada contoh untuk argumen baik. Itu mengejek hadirin beda serta kirim tanda ketidakberdayaan petinggi tinggi pemerintah, ” sekian Lawrence Summers.