SHARE
Gamawan Fauzi, mantan Mendagri tengah bersama Habieb Rizieq.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepertinya tengah galau. Pasalnya mereka mesti harus menangkap lagi satu orang bekas menteri. Gamawan Fauzi, mantan Mendagri yang menginisiasi proyek e-KTP sudah beberapa kali diperiksa.

Sudah terdapat beberapa saksi yang sebelumnya juga diperiksa dalam kasus e-KTP ini mulai menyebut keterlibatan Gamawan yang dulu diberi gelar sebagai Mr Clean. Bukan hanya sekali, Ia kembali diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 19 Januari 2017.

Pemeriksaan ini masih terkait dengan dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP). “Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka S (Sugiharto),” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Kamis, 19 Januari 2017.

Gamawan juga sudah pernah diperiksa penyidik KPK pada Oktober 2016. Namanya disebut oleh bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, M. Nazaruddin. Setelah diperiksa KPK terkait dengan kasus e-KTP pada 27 September 2016, Nazar menuturkan Gamawan menjadi salah seorang yang kebagian komisi proyek e-KTP dari konsorsium pemenang tender. “Masalah penggelembungan harga dalam proyek e-KTP, uangnya mengalir ke Irman, lalu ke Menteri Dalam Negeri saat itu,” kata Nazar tentang rekannya di Partai Demokrat itu.

Gamawan Fauzi kini tak bisa mengelak lagi dari tuduhan korupsi.
Gamawan Fauzi kini tak bisa mengelak lagi dari tuduhan korupsi.

Dalam kasus e-KTP ini KPK telah memeriksa 285 saksi dalam perkara ini. Para saksi terdiri atas pihak Kementerian Dalam Negeri, politikus, dan swasta. Kini berkas perkara proyek yang menelan kerugian negara hingga Rp 2 triliun ini sudah dilimpahkan ke Tipikor. Gamawan lagi-lagi disebut sebagai pihak yang menjadi otak, dalang atau master di balik kasus mega korupsi tersebut.

Hanya saying KPK masih enggan untuk langsung mentapkan Gamawan Fauzi sebagai tersangka. Apalagi, pada Kamis (9/3/2017) SBY sepertinya tengah melobi Presiden Joko Widodo dalam pertemuan mereka.

Baca Juga  Masinton Yakin Hak Angket Tetap Berjalan

Tentunya SBY tak ingin beberapa orang kepercayaanya atau mungkin juga keluarganya tersangkut atau disangkutkan dengan kasus ini. Namun bukti keterlibatan Gamawan sudah sangat jelas. Meski ia menolak namun bukti dan saksi sudah mengarah kepadanya. So, tunggu apa lagi KPK? Tangkap Gamawan!