SHARE

JAKARTA – Hari ini, Senin (10/7/2017) sekitaran 300 pengemudi taksi on-line juga akan lakukan ‘Aksi Damai Pengemudi Online’ di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat.

Lalu beberapa pengemudi yang tergabung di ‘Asosiasi Driver Online’ itu akan meneruskan tindakan mereka di kantor manajemen Grab, Lippo Kuningan, Jakarta Selatan.

” Maksud pertama di Kemenhub lantas menuju kantor grab di kuningan, ” ungkap Ayu, Humas ADO, lewat pesan yang di terima Tribunnews. com, Senin (10/7/2017).

Beberapa pengemudi ini menilainya pemerintah masih tetap belum juga siap dalam proses Ketentuan Menteri Perhubungan RI Nomor 26 Th. 2017 mengenai penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Ketidaksiapan itu dinilai dari bagian belum juga terwujudnya Azas kesetaraan & keadilan dilapangan, KEUR/KIR masih tetap di ketrik, Kuota belum juga diputuskan, perusahaan aplikasi masih tetap terima pendaftaran driver, harga masih tetap di bawah tarif batas bawah, serta di daerah masih tetap ada Ketentuan Gubernur (Pergub) yg tidak searah dgn PM 26/2017.

” Ketidaksiapan pemerintah ini membuat driver on-line jadi tidak tenang, ” ungkapan pengemudi taksi.

ADO juga terasa ketidaksiapan pemerintah banyak merugikan beberapa driver seperti ada suspend atau insentif tidak cair.

” Angsuran atau setoran mobil terhalang, keperluan keluarga driver tidak terpenuh, hilangnya peluang untuk berupaya, serta banyak hal, ” sebut ADO.

Tindakan ini adalah tindakan nasional yang dikerjakan di sebagian propinsi seperti di Sumatera Utara, Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Jakarta Barat, sampai Sulawesi Utara.

Baca Juga  Kemenhub: Alasan Apapun Tak Bisa Dibenarkan, Terkait Kasus Petugas Bandara Ditampar