SHARE

” Siji-siji rojo pati yo mas yo, loro-loro ono maling, telu-telu omah kobong, peng papate banjir bandang, limo-limo maling kewan yo mas yo.. ” (Satu-satu ada orang wafat, dua-dua ada maling, tiga-tiga tempat tinggal terbakar, empat kali ada banjir bandang, lima-lima maling binatang… ‘).

Ini yaitu sepenggal lagu berbahasa Jawa yang bermakna panduan bunyi kentungan bila berlangsung suatu hal. Umumnya kentungan dibunyikan warga di Poskamling di dusun atau desa-desa. Tanda bunyi kentungan sekarang ini hampir dilupakan oleh orang-orang, terutama generasi muda.

Tetapi, lagu itu kembali diperdengarkan dalam atraksi kentungan yang meramaikan upacara HUT ke-71 Bhayangkara di halaman Polres Magelang, Jawa Tengah, Senin (10/7/2017).

Atraksi itu cukup mengambil alih beberapa peserta upacara karna demikian apik digabungkan dengan kesenian tradisionil Sorengan serta Kubro Siswa dan alat musik angklung serta yang lain.

Atraksi dikerjakan oleh beberapa puluh warga anggota System Keamanan Lingkungan (Siskamling) Desa Pakis, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Mereka termasuk juga Siskamling yang terima penghargaan dari Kapolres Magelang AKBP Hindarsono karna dinilai beprestasi dalam menolong melindungi keamanan serta ketertiban orang-orang (Kamtibmas).

Hindarsono menerangkan, kentungan yaitu alat keamanan tradisionil yang efisien untuk menghadapi masalah kamtibmas. Sekarang ini, alat yang terbuat dari bambu serta kayu itu hampir tergeser oleh alat komunikasi yang lebih modern.

” kentungan yaitu alat yang umum digunakan oleh warga di poskamling di desa-desa bila ada masalah kamtibmas. Ini jadi sisi atau partner kami (polisi) dalam usaha melindungi keamanan lingkungan, ” tutur Hindarsono selesai upacara, Senin siang.

Hindarsono menerangkan, polisi memiliki terbatasnya untuk mencapai bebrapa lokasi terpencil. Jadi keterlibatan warga butuh selalu dipupuk supaya kondusivitas selalu terbangun. Terutama masa saat ini, angka kriminalitas bertambah, dari mulai pencurian, kekerasan sampai terorisme.

” Polisi kan sedikit, mereka (partner kamtibmas) menolong beberapa pekerjaan kepolisian. Kami senantiasa merajut kemitraan, memberi pembinaan juga, ” katanya.

Pada saat itu, pihaknya memberi penghargaan pada siskamling-siskamling berprestasi dari beragam desa di Kabupaten Magelang. Tiga salah satunya yaitu siskamling Dusun Pakis Kidul, Desa Pakis, Kecamatan Pakis ; Desa Pluberan, Kecamatan Salam serta ; Dusun Pandansari, Desa Pucungrejo, Kecamatan Muntilan.

” Mereka bukan sekedar diberi penghargaan namun juga pembinaan. Hadiahnya juga kelak tv, lampu flat, rompi dan sebagainya. Kami ajak mereka untuk memproteksi sendiri dalam menghadapi kriminalitas, terorime, radikalisme, ” tutur Hindarsono.