SHARE

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto sudah mengecek satu unit bus pesta punya perusahaan otobus (PO) Royale VIP, Jumat (21/7/2017) siang, di Bintaro. Sekarang ini bus itu dikandangkan di Kantor Kemenhub, Jakarta Pusat.

Kemenhub mengamankan bus itu berdasar pada info dari pencarian di sosial media tentang service pesta didalam bus tanpa ada izin.

” Nyatanya, kami sekalipun belum juga keluarkan rancang bangun untuk bus itu. Pada akhirnya saya suruh staf saya check, pura-pura ingin order. Kami lacak memanglah ada, lalu kami kerjakan penyelidikan, ” kata Pudji waktu dihubungi Kompas. com, Jumat malam.

Saat staf Pudji coba reservasi bus pesta itu, di beri tahu kalau cost sewa termasuk juga dengan memakai semuanya sarana di dalamnya menjangkau Rp 1 juta untuk satu jam. Pihak PO Royale VIP juga membanderol saat minimum bila menginginkan pesan bus itu.

” Bila tidak satu diantara jam minimum Rp 1 juta, serta minimum mesti tiga jam, berarti Rp 3 juta, ” papar Pudji.

Berdasar pada kontrol sesaat, bus pesta itu memiliki ukuran tengah atau setara dengan ukuran bus Metromini ataupun Kopaja. Tak ada merk spesifik di bus yang sudah dimodifikasi demikian rupa itu.

Saat dicek, STNK bus itu adalah punya pribadi. Tetapi, untuk menggerakkan usaha ini, yang memiliki bus ganti pelatnya dengan pelat kuning untuk angkutan umum.

Didalam bus itu ada beberapa sarana serupa tempat karaoke. Kemenhub masih tetap memahami kisah usaha bus Royale VIP, termasuk juga mulai sejak kapan mereka beroperasi.