SHARE

Jayapura – Polisi di Polsek Lokasi Bandara Udara Mozes Kilangin, Timika, menahan WH, seseorang penumpang pesawat terbang Garuda Indonesia GA 653 Timika-Denpasar, karna mengakui membawa bahan peledak pada penumpang beda.

Kepala Bagian Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal, menyebutkan peristiwa itu berlangsung pada Senin siang sekitaran jam 14. 30 WIT didalam pesawat Boeing B-373 Garuda Indonesia GA653 maksud Timika-Denpasar.

” WH segera di turunkan petugas pengawas lapangan dari kabin pesawat lalu dilaporkan ke Markas Polsek Lokasi Bandara Timika berkaitan ucapannya kalau dia membawa bom, ” tuturnya di Jayapura, Senin, 10 Juli 2017, ditulis Pada.

Hal tersebut, kata Kamal, berawal dari seseorang penumpang pesawat GA633 itu, Parlindungan Tambunan, yang ajukan pertanyaan pada WA didalam kabin Boeing B-373 Garuda Indonesia itu.

” Karna tas itu agak berat, Tambunan ajukan pertanyaan pada WH : Apa yang ko (Anda) bawa itu dalam tas. Tanpa ada sadar serta dengan spontan, WH menjawab : Bom, ” kata Kamal.

Tetapi ketika mengatakan kata ” bom ” itu, nyatanya di sebelahnya ada pramugari yang mendengar serta segera menyikapi pernyataan itu. Setelah itu, awak kabin memberikan laporan pada petugas pengawas lapangan.

” WH pernah mohon maaf, namun petugas pengawas lapangan tidak ingin terima permintaan maaf itu serta segera turunkan dengan tas bawaan serta diserahkan ke Markas Polsek Lokasi Bandara Mozes Kilangin untuk disuruhi info dan di check isi tas penumpang, ” tuturnya.

Sesudah tas itu di check, kata dia, nyatanya tak ada beberapa bahan beresiko atau bom seperti yang disampaikan didalam kabin pesawat terbang Garuda Indonesia itu.

Meskipun demikian, otoritas bandara tetaplah tidak mengizinkan WH serta Parlindungan pergi. Keduanya sangat terpaksa ke kantor polisi manfaat disuruhi info selanjutnya.

” Atas peristiwa ini, diinginkan pada tiap-tiap penumpang yang juga akan memakai transportasi pesawat tidak untuk keluarkan kalimat yang bisa mengganggu sistem sebelumnya atau tengah lakukan penerbangan, ” kata Kamal.