SHARE

Sebelum dilakukannya reshuffle Kabinet Kerja Jilid I,  pada Agustus 2015, mayoritas menteri ternyata lebih loyal kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla dibanding ke Presiden Joko Widodo. Apa boleh buat, Jokowi pun kelimpungan dalam mengendalikan para pembantunya tersebut.

“Susunan kabinet pertama, Jokowi lumayan babak belur. Menteri-menterinya lebih loyal kepada JK,” begitu dikemukakan Adhie M. Massardi, aktivis pro demokrasi yang juga pendiri Gerakan Indonesia Bersih (GIB). Hal tersebut ia nyatakan dalam diskusi publik “Jokowi Vs JK dalam Isu ReshuffleKabinet Jilid II” di Warung Komando, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat, 8/1.

Adhie  menceritakan,  pada awal proses rekrutmen menteri, setiap partai pendukung pemerintah mengirim dua nama untuk satu posisi ke Presiden Jokowi. Namun, karena Jokowi banyak tidak mengenal nama-nama yang disodorkan partai pendukung, maka Wapres JK kemudian menyeleksi dan memilih nama yang dekat dengan dia. Maklum JK memang sudah lama malang melintang di kancah politik Indonesia.

JK disebut-sebut tak terlalu disukai oleh Susilo Bambang Yudhoyono saat keduanya berduet pada pemerintahan Kabinet Gotong Royong jilid 1, pada era 1994-1999. Hal itu yang kemudian membuat SBY memilih Boediono sebagai pendampingnya pada Kabinet Gotong Royong jilid 2, di era 1999-2014.

“Jokowi hanya dapat Kepala Bappenas (Andrinof Chaniago) dan Mensesneg (Pratikno),” ucap Adhie, yang juga Juru Bicara Presiden era Pemerintahan Abdurrahman Wahid ini. Jadi, dari 34 menteri yang masuk dalam jajaran Kabinet Kerja ini, hanya dua yang menjadi pilihan Jokowi.

Namun, Andrinof pun terlempar pada reshuffle jilid 1, Agustus lalu, Pratikno yang masih bertahan. Para menteri yang diganti waktu itu, adalah:

  1. Sofyan Djalil (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Diganti Darmin Nasution);
  2. Indroyono Seosilo (Menteri Koordinator Kemaritiman, Diganti Rizal Ramli);
  3. Tedjo Edhi Purdijatno (Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum Dan Keamanan, Diganti Luhut Binsar Pandjaitan);
  4. Rahmat Gobel (Menteri Perdagangan, Diiganti Thomas Lembong);
  5. Andi Widjojanto (Menteri Sekretaris Kabinet, Diganti Pramono Anung);
  6. Andrinof Chaniago (Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Ppn) /Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Diganti Sofyan Djalil).
Baca Juga  Sudirman Said: Tidak Lewat Jalur Independen di Pilgub Jateng

Diskusi ini diselenggarakan oleh Lembaga Kajian Ekonomi dan Politik Institut Soekarno-Hatta (ISH) yang dipimpin mantan anggota DPR M Hatta Taliwang.  Di samping Adhie M Massardi, diskusi yang menarik dan berlangsung hangat ini juga menghadirkan beberapa pembicara lainnya, yakni Masinton Pasaribu (anggota DPR Fraksi PDIP), Khatibul Umam Wiranu (anggota DPR Fraksi Partai Demokrat), Syahganda Nainggolan (Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle/SMC), Arief Poyuono (Wakil Ketua Umum Partai Gerindra), Imam Addaruqutni (tokoh muda Muhammadiyah/Sekjen Dewan Masjid Indonesia), DR. Johan Silalahi (Negarawan Center), dan Haris Rusly Moti (Petisi 28).