SHARE

BEKASI – Beberapa warga yang tengah melakukan aktivitas di Terminal Induk Bekasi, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi mendadak cemas pada Senin (10/7) pagi.

Kepanikan keluar waktu petugas Dinas Kependudukan serta Catatan Sipil Kota Bekasi hampiri serta menanyai kartu jati diri berbentuk KTP (Kartu Tanda Masyarakat).

Terlebih warga yg tidak lengkapi dianya dengan jati diri lalu digiring petugas untuk ikuti persidangan tindak pidana enteng (tipiring) di terminal setempat.

” Saya warga Durenjaya, Bekasi Timur pak. Kelupaan bawa KTP, ” tutur Mumun (42) pada salah seseorang petugas pagi itu.

Mumun menerangkan, tidak pernah membawa KTP karna terburu-buru pergi ke pasar untuk beli bahan makanan.

Dia juga mengakui, tidak sering membawa KTP karna cemas hilang atau tercecer saat keluarkan uang di dompet waktu belanja.

” Bawa KTP tuch paling cocok ingin pergi jauh saja. Bila yang deket-deket tempat tinggal begini tidak sering bawa sich, ” kata Mumun yang pada sidang tipiring terserang denda sebesar Rp30. 000.

Walau terserang denda, Mumun mengakui ikhlas. Diakuinya, denda yang dilayangkan padanya adalah bentuk pelanggaran yang perlu dipenuhi.

” Lain waktu saya akan bawa jati diri agar tidak terkena operasi yustisi ini, ” katanya.

Adi (35), warga yang lain, mengakui terperanjat waktu dihampiri petugas yang mengadakan operasi yustisi dengan mendadak.

Waktu itu, Adi barusan turun dari bus Mayasari Bhakti 052 jurusan Bekasi-Tanahabang. ” Untungnya saya bawa KTP, jadi tidak terkena denda, ” tambah Adi.

Adi menilainya operasi yustisi ini begitu perlu dikerjakan terlebih untuk mendata pendatang yang berada di Kota Bekasi.

Pendataan ini, menurut dia, dapat juga dipakai untuk mendeteksi gerakan orang yang menghadap ke tindak terorisme.

Baca Juga  Di Sofa Rumahnya Cindy Ditemukan Sudah Tak Bernyawa Dengan Posisi Terletang Dan Nyaris Tanpa Busana

” Bila dapat titel operasi juga ditempat keramaian yang lain seperti pasar serta stasiun, ” terang Adi.

Dari pemantauan lapangan yang dikerjakan Warta Kota tampak paling tidak ada 30 orang petugas paduan dari pemerintah daerah, Kejaksaan Negeri Bekasi, Pengadilan Negeri Bekasi, kepolisian serta TNI dalam operasi itu.

Petugas hampiri warga yang tengah melakukan aktivitas di terminal seperti akan naik ke atau turun dari angkutan umum. Tampak juga pengendara motor yang dihentikan petugas untuk dicek jati dirinya.