SHARE

Elza Syarief dan Farhat Abbas benar-benar pandai memanfaatkan momen. Dua pengacara dari dua generasi ini terus mengumbar kontroversi terkait kasus dugaan korupsi pada proyek e-KTP Kemendagri.

Elza Syarief sudah bolak-balik dipanggil penyidik KPK, guna dimintai keterangannya sehubungan dengan penuntasan kasus e-KTP ini. Elza Syarief adalah pengacara dari Mohammad Nazaruddin, mantan bendahara umum Partai Demokrat yang menjadi salah satu pembuka dari kasus ini. Sementara, Farhat Abbas disebut-sebut sebagai pengacara dari Elza Syarif.

Kemarin, Elza Syarief kembali mendatangi KPK, meski namanya tak ada dalam jadwal pemeriksaan yang diterbitkan KPK. Farhat Abbas ikut mendampingi kliennya.

Elza Syarief seusai pemeriksaan mengatakan kepada wartawan bahwa sewaktu mendampingi Mohammad Nazaruddin dia pernah diancam dan diteror. Namun, dia mengaku lupa siapa yang mengancamnya, termasuk dari kalangan pengacara itu.

Sementara itu, Farhat Abbas melontarkan kekesalannya kepada KPK yang disebutnya tak bisa bersikap tegas untuk menjerat para pihak yang sudah disebut dalam dakwaan terhadap Irman dan Sugiharto menerima bancakan korupsi yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun.

elsa

“Sudah tiga kali Ibu Elza diperiksa bolak-balik, saya minta KPK tegas agar nama-nama yang sudah disebutkan, yang terlibat dalam e-KTP ini untuk segera ditetapkan sebagai tersangka,” begitu antara lain disampaikan oleh Farhat Abbas.

“Ibu Elza yang merasa agak terganggu pekerjaannya, karena bolak-balik. Jadi terkesan yang diperiksa itu adalah Elza Syarief saja. Padahal Elza Syarief ini adalah orang yang mewakili Nazaruddin, yang pertama membongkar perkara ini,” kata Farhat.

Elza Syarief  menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Miryam seperti pemeriksaan sebelumnya. Elza juga dimintai keterangan dalam kapasitasnya sebagai pengacara yang pernah mendampingi Mohammad Nazaruddin dalam kasus ini.

Baca Juga  Telaah Keterangan Tidak Benar Miryam S Haryani dan Kesaksian Palsu Anton Taufik

“Saya enggak ada berhubungan dengan Miryam. Namun ini kaitannya karena dulu saya adalah kuasa hukum Nazaruddin. Nazaruddin ini lah sebagai pembuka kasus e-KTP,” kata Elza.

Elza, sebagai kuasa hukum Nazaruddin, saat itu jelas pernah mendengar apa yang sempat disampaikan oleh Nazaruddin yang berkaitan dengan proyek senilai Rp 5,9 triliun ini.

“Jadi dengan kaitan itu lah saya diperiksa. Kalau dengan Andi Narogong sendiri tidak pernah mengetahuinya,” kata Elza Syarief.