SHARE

Jakarta – Seseorang perempuan asal Indonesia dipaksa menikah dengan militan ISIS di Turki. KBRI Ankara sudah berhasil menghubungi WNI itu.

” KBRI sudah berhasil menelusuri kehadiran yang berkaitan di panti bimbingan anak-anak di Adana serta bicara segera dengan pimpinan panti serta bicara telepon dengan yang berkaitan, ” kata Staf Peranan Pensosbud KBRI Ankara, Nino, Rabu (12/7/2017).

Perempuan itu memanglah masih tetap berumur 15 th. sekarang ini. Orangtua serta adiknya tiba di Turki serta tinggal sekitaran 1 th. di Istanbul.

” Menurut yang berkaitan juga, ke-2 orang tuanya serta adiknya sudah kembali pada Indonesia pada bln. Mei 2017, ” papar Nino.

Terlebih dulu dikabarkan, otoritas hukum Turki berhasil temukan korban yang berinisial RFR dalam operasi antiteror di tempat tinggal seseorang anggota grup militan ISIS, yang berinisial SY, di Propinsi Adana, Turki. Berita ini lalu dikabarkan oleh surat berita lokal, Hurriyet.

Korban dilaporkan pernah berbohong tentang nama serta jati dianya, namun aparat hukum Turki pada akhirnya ketahui jati dianya lewat catatan resmi atas nama dianya di Istanbul. Kantor kejaksaan Turki memohon info korban jadi bukti ada sangkaan masalah kekerasan seksual.

Penyelidikan pada masalah ini untuk memastikan apakah keluarganya berkaitan dengan ISIS atau tidak. Perempuan berumur 15 th. itu dilaporkan juga akan diekstradisi ke Indonesia jika prosedurnya telah usai.

Baca Juga  Setelah ISIS Dikalahkan, Pasukan AS Akan Tetap Berada di Irak