SHARE

Legislator Golkar Yorrys Raweyai ragu pemeriksaan Mahkamah Kehormatan Dewan terhadap Setya Novanto bisa sampai menurunkan  Setya dari jabatan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat.

“Tidak semudah itu menurunkan Ketua DPR. Saya yakin pencopotan Setya Novanto dari Ketua DPR sangat sulit. Ada mekanisme yang mesti dilalui, termasuk dibawa ke rapat paripurna,” kata Yorrys.

Yorrys, mengingatkan jika Setya Novanto dipilih dalam siding Paripurna DPR RI. Harus ada mekanisme yang serupa untuk menggusur Setya Novanto dari kursi tersebut. Sementara jika hanya hasil persidangan MKD saja, kalua pun ada pelanggaran, hanyalah pelanggaran ringan saja karena berada di tempat dan waktu yang salah serta masuk dalam jebakan Maroef Syamsudin untuk membicarakan masalah Freeport. Selain itu tidak ada atau tidak terbukti adanya permintaan saham seperti yang dituduhkan oleh Sudirman Said, Menteri ESDM.

Yorrys juga mengkritik persidangan Mahkamah Kehormatan Dewan yang menurutnya sudah ‘ke mana-mana.’ Padahal, kata Wakil Ketua Umum Golkar kubu Agung Laksono itu, MKD mestinya sekadar konsen pada perkara etik.

“Dia (Setya Novanto) dianggap melanggar etika karena ada di pertemuan yang tidak sepantasnya dihadiri Ketua DPR. Tapi dia tidak mencuri,” ujar Yorrys.

Putusan MKD terhadap Setya akan diambil esok dalam rapat yang dimulai pukul 13.00 WIB. “Kita lihat saja besok Rabu. Kita tunggu. Yang jelas ini perkara etik,” kata Yorrys.

Pekan lalu, Yorrys sempat mengatakan Setya Novanto tak perlu sampai dilengserkan karena dugaan pelanggaran etika itu. “Ngapain dilengserkan segala macam? Kalau masalah pidana, serahkan ke Kejaksaan. Jangan seakan-akan sudah menjustifikasi dia bersalah,” ujar Yorrys kala itu.