SHARE

JAKARTA – Penganiayaan Hermansyah, pakar Tehnologi Info dari Institut Tehnologi Bandung (ITB) memetik perhatian umum.

Hermansyah dibacok orang tidak di kenal waktu mobilnya melewati Tol Jagorawi dalam perjalanan dari Cipayung, Jakarta Timur, menuju Depok, Minggu (9/17/2017).

Buntutnya, Hermansyah alami luka cukup kronis dibagian leher serta saat ini tengah dalam perawatan di Tempat tinggal Sakit Hermina, Depok, Jawa Barat.

Mengedar juga info kalau Hermansyah diberitakan wafat, tetapi berita itu dibantah.

Salah seseorang sosok yang menyanggah berita kematian Hermansyah yaitu sahabatnya yang disebut pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra.

Bantahan itu di sampaikan lewat akun media sosial Twitter kepunyaannya, @Yusrilihza_Mhd.

Yusril berkicau kalau berita itu adalah hoax atau bohong belaka.

Menurut Yusril, keadaan Hermansyah mulai lebih baik mulai sejak Minggu malam.

Tersebut kultwit Yusril seperti Ini :

1. Mudah-mudahan teman dekat saya Hermansyah selekasnya sembuh kembali di dalam simpang siur berita yang katakan dia meninggal dunia pagi hari ini.

2. Saya serta Hermansyah sama2 tampak dalam komunitas diskusi mendekati lebaran yang kemarin.

3. Sebagian rekan katakan kalau berita meninggal dunianya Hermansyah hoax. Kondisinya mulai lebih baik barusan mlm. Semoga

4. Aparat penegak mesti selesaikan penyelidikan masalah penganiayaan pada Hermansyah.

5. Tempat Herman sbg pakar IT yang buka sangkaan rekayasa atas alat bukti masalah HRS serta FH dapat menyebabkan spekulasi atas penganiayaan ini.

Kronologi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebutkan, pakar telematika Hermansyah bukanlah saksi pakar yang di check polisi dalam masalah pembicaraan lewat WhatsApp berkonten pornografi yang disangka melibatkan pimpinan Front Pembela Islam, Rizieq Shihab serta Firza Husein.

” Polisi belum juga mengundang dia jadi saksi pakar, bukanlah (saksi pakar masalah Rizieq), ” tutur Argo pada Kompas. com, Senin (10/7/2017).

Baca Juga  Pembacokan Ahli IT Hermansyah, Ini Pengakuan 2 Tersangka

Ia juga mengemukakan, penyidik belum juga dapat menyimpulkan motif penyerangan pada Hermansyah itu.

Pihaknya masih tetap mencari tanda bukti serta info saksi dalam masalah penyerangan itu.

Menurut Argo, tak ada barang korban yang di ambil aktor dalam penyerangan itu. ” Kita belum juga tahu persis (apa motifnya), ” tutur dia.

Berdasar pada info sesaat yang didapat polisi, Hermansyah serta adiknya pulang dari Jakarta dengan dua mobil yang berlainan.

Waktu di tol itu, mobil adiknya kejar-kejaran dengan mobil sedan. Hermansyah juga dimaksud berinisiatif menguber mobil sedan itu.

Saat tengah menguber, satu mobil Honda Jazz yang disebut rekan dari mobil sedan, menguber Hermansyah serta menyerempetnya dari belakang.

Hermansyah lalu disuruh menepi serta keluar dari mobil. Ia segera terserang oleh lima orang, satu diantara salah satunya membawa senjata tajam.