SHARE

MUMBAI — Dai internasional Zakir Naik terancam tidak miliki negara, bila ia tidak mengolah kembali paspor kenegaraannya di India. Otoritas Kantor Pembuatan Paspor (RPO) di Mumbai memberi Zakir saat 10 hari untuk menyerahkan paspornya atau juga akan dicabut.

Seperti diambil Times of India, Senin, penyerahan paspor itu atas gagasan dari Tubuh Investigasi Nasioan (NIA) yang berasumsi pidato Zakir Naik menyebabkan tindakan teror. NIA sudah berkali-kali menyebut Zakir Naik, tetapi ia tidak sempat datang. Zakir juga sudah menyanggah menyebabkan pergerakan teroris.

Asisten RPO Mumbai menulis surat ke Zakir Naik pada 3 Juli. Ulama itu disuruh datang untuk berjumpa petugas pada pukul bekerja pada jam 10. 00 sampai 12. 30 kurun waktu 10 hari mulai sejak surat di keluarkan. Ia disuruh membawa paspornya yang sudah diperbarui pada 20 Januari 2016.

” Tidak menyerahkan paspor membuat kami dapat ambil aksi sesuai sama ketentuan Passport Act, 1967, ” tutur petinggi itu.

Zakir Naik sudah meninggalkan India pada 13 Mei th. kemarin. Ia belum pulang sampai sekarang ini. Beberapa laporan mengatakan ia ada di Saudi. Kerajaan Saudi diberitakan sudah memberi kewarganegaraan buat Zakir.