NASIONALISME.NET, Serang — Penggunaan media sosial kini menjadi strategi utama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Nonformal (PNF). Berdasarkan pemaparan dalam materi “Pemanfaatan Media Sosial untuk Pembelajaran PNF”, platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok terbukti mampu memperluas akses belajar secara fleksibel, mudah dijangkau, dan lebih menarik bagi peserta didik.
Kehadiran media sosial sangat relevan mengingat mayoritas masyarakat Indonesia merupakan pengguna aktif platform digital. Data Statista (2023) menunjukkan bahwa YouTube memiliki lebih dari 2,5 miliar pengguna, Instagram 2 miliar pengguna, dan TikTok 1,2 miliar pengguna secara global, menjadikannya ruang strategis untuk menyebarkan konten edukatif.

“Media sosial menjadi alat efektif untuk pembelajaran PNF karena mudah diakses, menarik secara visual, dan sesuai dengan kebutuhan belajar yang fleksibel.”
Sumber: 7 Media Sosial Paling Populer 2023 – GoodStats Data
Dalam konteks pembelajaran nonformal, media sosial menawarkan kemudahan yang tidak dimiliki sistem konvensional. YouTube menjadi “perpustakaan video interaktif” untuk pembelajaran mendalam seperti tutorial menjahit, memasak, memperbaiki kendaraan, hingga webinar mini.
Instagram berfungsi sebagai ruang visual yang mendukung infografis, tips singkat, hingga sesi IG Live untuk diskusi real-time. TikTok, dengan konsep microlearning, memungkinkan penyampaian materi ringkas dalam 60 detik sehingga cocok untuk pembelajaran cepat dan aplikatif. Hal ini sejalan dengan laporan Pangea (2021) yang menyatakan bahwa format microlearning meningkatkan retensi belajar karena penyampaiannya singkat, fokus, dan mudah diingat.
Pemanfaatan media sosial dalam pembelajaran PNF juga selaras dengan karakteristik pendidikan nonformal yang fleksibel, tidak terikat kurikulum kaku, dan berorientasi pada kebutuhan belajar masyarakat. UNESCO (2022) menegaskan bahwa platform digital dapat memperkuat pendidikan sepanjang hayat dengan menyediakan akses belajar yang terbuka dan inklusif.

“Fitur interaktif seperti kuis, polling, dan sesi Q&A membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan mendorong peserta didik berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pendidikan Nonformal.”
Sumber : Guidelines for the Governance of Digital Platforms | UNESCO
Adanya tantangan seperti potensi distraksi, keterbatasan durasi, dan kebutuhan kreativitas konten. Solusi diberikan melalui perencanaan konten, penggunaan fitur interaktif, dan pemanfaatan alat desain gratis seperti Canva dan CapCut. Dengan strategi yang tepat, media sosial dapat menjadi jembatan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih partisipatif, menarik, dan relevan bagi semua kalangan.

Penulis: Halimah As Shofwah (2221250013), Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Kontak Penulis: halimahasshofwah5@gmail.com











