Siaga Kegawatdaruratan Jantung, Mahasiswa KKN-T Undip Bekali Warga Keterampilan RJP

Avatar photo
Picture1

NASIONALISME.NET, Semarang – Kondisi henti jantung dapat terjadi secara tiba-tiba dan sering kali tanpa tanda awal yang jelas. Dalam situasi seperti ini, kecepatan dan ketepatan pertolongan awal menjadi faktor utama yang menentukan keselamatan korban.

Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Diponegoro menyelenggarakanedukasi kegawatdaruratan Resusitasi Jantung Paru (RJP) bagi warga RT 04 RW 08 Kelurahan Ngemplak Simongan, Kota Semarang, Minggu (18/1/2026).

Kegiatan edukasi ini dirancang untuk sebagai bagian dari program Bina Lingkungan Sehat dan Sejahtera serta membekali masyarakat dengan pengetahuan dasar serta keterampilan praktis dalam menghadapi kejadian henti jantung dan henti napas di lingkungan sekitar. Mahasiswa menekankan bahwa masyarakat awam memiliki peran penting sebagai penolong pertama sebelum korban mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Materi yang disampaikan mencakup pengenalan kondisi kegawatdaruratan jantung, tanda-tanda korban yang membutuhkan RJP, serta prinsip keselamatan penolong sebelum melakukan pertolongan. Selain itu, warga juga diperkenalkan dengan langkah-langkah bantuan hidup dasar yang sederhana namun krusial, khususnya teknik kompresi dada yang efektif.

Tidak hanya bersifat teoritis, kegiatan ini juga diisi dengan simulasi langsung. Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro memperagakan secara langsung teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP) kepada warga, disertai penjelasan mengenai prinsip-prinsip dasar bantuan hidup dasar yang harus diperhatikan agar pertolongan dapat dilakukan secara aman dan efektif.

Berdasarkan pengamatan selama kegiatan berlangsung, sebagian besar warga mengaku belum pernah mendapatkan edukasi serupa sebelumnya. Oleh karena itu, kegiatan ini dinilai memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap situasi kegawatdaruratan medis yang dapat terjadi kapan saja, baik di rumah maupun di ruang publik.

Ketua RT 04 RW 08 menyambut baik pelaksanaan edukasi tersebut. Menurutnya, pengetahuan tentang RJP merupakan bekal penting bagi warga karena dapat digunakan untuk saling menolong di lingkungan sekitar. Ia berharap edukasi semacam ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan, mulai dari sesi diskusi hingga praktik langsung. Interaksi dua arah antara mahasiswa dan warga menciptakan suasana belajar yang komunikatif dan mudah dipahami.

Melalui edukasi kegawatdaruratan Resusitasi Jantung Paru ini, mahasiswa KKNT Universitas Diponegoro berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya peran penolong pertama. Dengan pemahaman dan keterampilan dasar yang dimiliki, warga diharapkan mampu memberikan pertolongan awal secara cepat dan tepat, sehingga peluang keselamatan korban dapat meningkat secara signifikan.

Editor: Hafizh Abqori, Tim NASIONALISME.net