NASIONALISME.NET, Boyolali — Dalam upaya peningkatan daya saing dan produktivitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) snack makanan ringan, banyak program dan usaha yang terus dilakukan di Desa Teras.
Hal ini selaras dengan misi dari Kabupaten Boyolali yang dinyatakan oleh Bapak Ahmad Nasution selaku Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan di Bapperinda Kabupaten Boyolali dalam acara penyambutan tim KKN Tematik 34 dari Universitas Diponegoro.
“Pemasaran digital menjadi pendukung dari misi Kabupaten Boyolali guna pengoptimalan terhadap UMKM, dimana harapannya dapat memberikan langkah pasti dengan pemberdayaan ekonomi, pelatihan literasi digital, serta pemanfaatan teknologi.” Ujar Bapak Ahmad Nasution.
Sesuai dengan misi Kabupaten Boyolali tersebut, tim KKN-T 34 Undip hadir mendukung dengan tema kuliah kerja nyata berupa “Optimalisasi Produksi UMKM Snack Melalui Pelatihan Promosi Digital dan Marketing” pada Senin (02/02/2026).
Tema utama ini kemudian dibagi kembali menjadi 3 segmentasi yaitu terkait proses produksi, optimalisasi kemasan, dan pemasaran digital serta jangkauan pasar.
KKN-T ini menggandeng UMKM dari Kumala Snack menjadi mitra yang membantu dan berperan aktif dengan berbagi pengalaman usaha, khususnya dalam pengembangan produk lokal agar dapat bersaing pada kancah pasar lebih luas.

Pada tema proses produksi, dilakukan analisis terhadap penggunaan oven dengan inovasi yang dihadirkan berupa kapasitas yang lebih besar dan pemasangan timer otomatis. Dengan adanya peningkatan kapasitas dan inovasi yang dilakukan, dapat menjadi terobosan guna mempermudah mitra dalam proses produksi. Kemudian, pada proses produksi juga dilakukan evaluasi rasa serta resep guna memastikan kualitas dan menjaga dari mutu produksi.
Sedangkan untuk tema optimalisasi kemasan, dilakukan peremajaan kemasan yang lebih modern dengan pertimbangan berbagai evaluasi sehingga, dihasilkan sebuah kemasan yang efisien, menarik, dan dengan harga yang terjangkau menjadi sebuah acuan dasar. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik produk di pasaran untuk menarik minat konsumen serta memperluas jangkauan pemasaran.

Penyempurnaan selanjutnya dilakukan pada tim pemasaran dengan fokus arah strategi promosi dari media sosial instagram, shopee, tik-tok, hingga pemasaran secara offline guna melihat pangsa pasar dan daya tarik dari pembeli. Sebuah gebrakan pada pemasaran produk dengan bertepatannya peringatan Hari Desa yang turut dihadiri oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Bapak Yandri Susanto dan juga Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Bapak Ahmad Riza Patria menjadi momentum yang dimanfaatkan untuk memperkenal dan memaparkan produk UMKM yang telah dihasilkan.
Selain itu, produk juga dikenalkan kepada masyarakat dan para tamu undangan yang hadir sebagai salah satu produk UMKM khas Boyolali. Dengan demikian kehadiran dengan adanya evaluasi, analisis yang telah dilakukan dapat melahirkan sebuah perubahan yang dapat berdampak pada produksi maupun pangsa pasar mitra UMKM yaitu Kumala Snack untuk semakin berkembang dan bersaing pada kancah pasar yang lebih luas.









