Sragen, 8 Februari 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) berhasil memberdayakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, melalui program Pelatihan dan Pendampingan Pengolahan Ikan Menjadi Produk Kerupuk Ikan Siap Jual. Kegiatan ini berlangsung selama dua minggu pada Januari 2026, melibatkan ibu – ibu PKK, ibu – ibu kader dan pelaku UMKM lokal yang mayoritas mengandalkan hasil tangkapan ikan dari perairan Waduk Kedung Ombo.
Desa Ngargotirto dikenal sebagai penghasil ikan segar terbesar di Sragen, namun banyak UMKM menghadapi tantangan seperti produk ikan segar yang mudah rusak, kurangnya inovasi pengolahan, dan minimnya kemasan siap jual. Anwar Muzakki dan Thalassa Murti Jati Tim KKN UNDIP dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, merancang program ini untuk meningkatkan nilai tambah produk ikan lokal. Tujuan utama dari diadakannya program ini yaitu melatih pengolahan ikan menjadi kerupuk kering berkualitas, lengkap dengan teknik pengemasan, labeling, dan strategi pemasaran digital. Program ini selaras dengan visi UNDIP dalam pengabdian masyarakat berbasis inovasi berkelanjutan.

Untuk meningkatkan citra UMKM di Desa Ngargotirto. Anwar Muzakki dan Thalassa Murti Jati berkolaborasi dalam pembuatan produk kerupuk dari ikan patin dan pembuatan kemasan serta strategi marketing pada media promosi guna menarik minat konsumen serta meningkatkan brand awareness untuk penjualannya.
Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat dengan menghadirkan produk kerupuk ikan siap pasar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Ngargotirto. Program ini bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil perikanan lokal sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat desa.
Melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan, tim KKN UNDIP memberikan edukasi serta praktik langsung kepada pelaku UMKM mengenai proses pengolahan ikan menjadi kerupuk ikan. Materi yang disampaikan meliputi pemilihan bahan baku, teknik pengolahan yang higienis, pencetakan, pengeringan, hingga pengemasan produk agar layak dan siap dipasarkan.










