NASIONALISME.NET, Kabupaten Semarang — Greenhouse milik Desa Nyatnyono, Kabupaten Semarang, yang sempat lama tidak dimanfaatkan kini kembali hidup. Mahasiswa KKN Tematik Tim 1 Kelompok 16 Universitas Diponegoro turun langsung menghidupkan kembali rumah tanam tersebut sebagai bagian dari program penguatan ketahanan pangan desa.
Bangunan greenhouse ini dirancang untuk menciptakan lingkungan tumbuh yang lebih terkendali bagi tanaman. Suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya dapat diatur agar tanaman tetap tumbuh stabil meski cuaca di luar berubah. Namun, dalam kurun waktu cukup lama, greenhouse tidak lagi difungsikan karena tidak ada pihak yang mengelola dan merawatnya secara rutin.
Akibatnya, fungsi greenhouse sebagai sarana produksi dan pembelajaran pertanian tidak berjalan maksimal. Selain itu, ditemukan pula masalah hama, khususnya belalang, yang merusak daun tanaman karena ada bagian dinding greenhouse yang terbuka dan tidak tertutup sempurna.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa bersama warga melakukan pembersihan area, penggemburan tanah, serta perbaikan fisik bangunan selama kurang lebih satu minggu. Mereka juga menutup kembali celah dinding untuk mencegah masuknya hama dan menyiapkan media tanam yang lebih layak.
Puncak kegiatan dilaksanakan pada 26 Januari 2026 dengan agenda penanaman bersama sekaligus pelatihan dan edukasi manajemen greenhouse. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa, anggota PKK RW 04, Karang Taruna Desa, serta warga desa yang ikut belajar langsung tentang pengelolaan rumah tanam secara berkelanjutan.
Pada tahap awal, mahasiswa menanam 16 bibit tomat ceri dan 36 bibit cabai. Dua komoditas ini dipilih karena memiliki nilai ekonomi yang baik serta cocok dibudidayakan di dalam greenhouse. Dalam kondisi ideal, tomat ceri diperkirakan dapat mulai dipanen sekitar dua bulan setelah tanam, sementara cabai menyusul beberapa minggu kemudian.
Selain fokus pada penanaman, mahasiswa juga mendampingi warga dalam menyusun jadwal perawatan, sistem pengelolaan, serta rencana pemanfaatan hasil panen agar greenhouse tidak kembali terbengkalai setelah KKN selesai.
Kepala Desa Nyatnyono, Parsunto, menyambut baik revitalisasi tersebut.
“Greenhouse ini sempat mati suri. Sekarang sudah mulai hidup lagi. Warga jadi lebih semangat karena ada hasil yang bisa dipetik dan dikembangkan,” ujarnya.
Dengan pendampingan mahasiswa KKN Undip, greenhouse Desa Nyatnyono diharapkan terus produktif sebagai pusat budidaya sayuran desa sekaligus menjadi penopang ketahanan pangan dan ekonomi warga di kawasan wisata religi.









