NASIONALISME.NET, Nunukan — Atmosfer penuh haru, bangga, dan keceriaan menyelimuti Aula Kodim Nunukan pada Rabu (3/6/2026). Ratusan anak, orang tua dan para pendidik berkumpul dalam acara Pelepasan dan Pentas Seni Gabungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Desa Binusan Tahun 2026.
Acara yang berlangsung meriah sejak pagi hari ini mengusung tema yang sarat akan makna mendalam, yaitu “Mengukir Mimpi, Menanam Budi, Melepas Generasi Emas yang Beriman, Berilmu, dan Berbakti untuk Agama, Nusa, dan Bangsa”. Tema tersebut merefleksikan komitmen besar masyarakat Desa Binusan dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul sejak usia dini demi menyongsong Indonesia Emas.
Adapun lima lembaga PAUD yang berkolaborasi menyukseskan agenda akbar tahunan ini meliputi PAUD Edukasi Utama, PAUD Tunas Bangsa, PAUD Kusuma Bangsa, PAUD Bintang Sejahtera, dan PAUD Aisyah.
Terlaksananya acara gabungan ini tidak lepas dari dukungan penuh berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan. Aula Kodim Nunukan tampak dipadati oleh jajaran pejabat, tokoh masyarakat, hingga praktisi pendidikan yang hadir untuk memberikan dukungan moral.

Dari jajaran pemerintahan dan legislatif, hadir dalam kegiatan Ibu Apriani Marthen selaku perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Anggota DPRD Kabupaten Nunukan Bapak Mansyur Rincing, serta perwakilan dari Camat Nunukan. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menegaskan bahwa PAUD di wilayah perbatasan seperti Nunukan mendapatkan perhatian serius.
Selain itu, kekuatan kemitraan PAUD di wilayah ini juga terlihat sangat solid dengan hadirnya para pengurus dari berbagai organisasi mitra, di antaranya IGABA, IGTK, IGRA, HIMPAUDI, dan Forum PAUD. Sinergi yang kuat di tingkat akar rumput juga ditunjukkan dengan kehadiran Kepala Desa Binusan, Kepala Desa Persiapan Binusan Dalam, Kepala Desa Persiapan Ujang Fatimah, Kepala Puskesmas Binusan, perwakilan kepala sekolah dari SDN 06 Nunukan dan SDN 012 Nunukan, hingga perwakilan dari SMPN 03 Binusan.

Dalam sambutan dan arahannya yang disambut antusias oleh para wali murid dan guru, Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Mansyur Rincing, menyampaikan bahwa masa depan pendidikan di wilayah Binusan perlu diperhatikan. Ia menekankan bahwa fase usia dini adalah fondasi dasar yang akan menentukan karakter dan kesiapan mental anak sebelum melangkah ke jenjang sekolah dasar.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini adalah investasi jangka panjang yang sangat penting, sehingga semua pihak tidak boleh menutup mata terhadap kondisi fasilitas penunjang belajar mereka. Oleh karena itu, perbaikan sarana dan prasarana (sarpras) lembaga pendidikan, khususnya PAUD yang ada di daerah Binusan, harus menjadi prioritas utama bersama.
Politisi senior Nunukan ini juga menyatakan komitmen politiknya di bangku legislatif untuk mengawal kebijakan anggaran daerah. Alokasi untuk peningkatan kualitas fisik dan fasilitas PAUD di pelosok desa harus direalisasikan dengan layak, karena lingkungan belajar yang aman dan memadai adalah hak mutlak anak-anak demi menunjang tumbuh kembang mereka secara optimal.
Penulis: Muhadar











