BERITAKULIAH.COM, Malang — Tekanan untuk menampilkan kinerja keuangan yang baik mendorong manajemen memanfaatkan fleksibilitas kebijakan akuntansi secara tersembunyi. Praktik ini, meskipun masih dalam koridor standar, berpotensi menurunkan transparansi, memperlebar asimetri informasi, dan menyulitkan penilaian objektif pihak eksternal. Keputusan tersebut muncul akibat konflik kepentingan antara manajemen dan pemilik modal, terutama ketika kinerja jangka pendek diprioritaskan, sebagaimana ditegaskan oleh Yulia (2024).
Berbagai studi menunjukkan dampak negatif praktik ini terhadap kualitas informasi dan nilai perusahaan. Ellin dan Wati (2023) serta Darmawan dan Umaimah (2025) menemukan bahwa pengelolaan laba menurunkan kepercayaan investor dan semakin berdampak pada perusahaan dengan tata kelola lemah. Oleh karena itu, pengawasan melalui auditor independen dan tata kelola yang kuat berperan penting dalam menekan praktik tersebut, sebagaimana ditegaskan oleh Setyawan dan Ghozali (2025).
Proses Terbentuknya Keputusan Akuntansi Tidak Tampak Secara Langsung
Proses terbentuknya keputusan akuntansi yang tidak tampak secara langsung berkembang melalui praktik manipulasi penilaian aset, pengunduran pengakuan impairment, serta penerapan revaluasi yang tidak wajar sehingga secara gradual membangun representasi kinerja keuangan yang tampak lebih positif dibandingkan kondisi ekonomi sesungguhnya. Praktik tersebut menciptakan distorsi informasi keuangan karena angka yang disajikan tidak sepenuhnya mencerminkan risiko dan kemampuan ekonomi perusahaan secara riil. Dampak lanjutan dari distorsi tersebut terlihat pada menurunnya kualitas pengambilan keputusan pemangku kepentingan serta meningkatnya potensi kesalahan penilaian terhadap prospek perusahaan (Joshua et all., 2023; Abraham et all., 2024).
Konflik kepentingan antara manajemen dan pemilik perusahaan memiliki peran sentral dalam mendorong munculnya keputusan akuntansi tersembunyi karena manajemen berada pada posisi strategis untuk menentukan kebijakan pelaporan keuangan sekaligus menghadapi tekanan pencapaian kinerja tertentu. Tekanan eksternal dari investor, kreditor, analis pasar, serta pemangku kepentingan lainnya semakin memperkuat kecenderungan munculnya keputusan akuntansi tersembunyi. Maeza dan Suranta (2025) menegaskan bahwa kondisi tersebut menyebabkan kebijakan akuntansi lebih diarahkan pada pengelolaan persepsi pasar dibandingkan upaya menjaga stabilitas keuangan perusahaan secara fundamental dan jangka panjang.
Mekanisme Keputusan Akuntansi Tersembunyi dalam Mempengaruhi Kinerja Perusahaan
Mekanisme keputusan akuntansi tersembunyi memengaruhi kinerja perusahaan melalui distorsi informasi keuangan sebagai dasar utama penilaian kinerja oleh investor dan kreditor. Praktik pengelolaan laba secara berkelanjutan menurunkan kualitas laba sekaligus melemahkan keandalan dan relevansi informasi akuntansi, sehingga persepsi atas nilai dan prospek perusahaan terbentuk berdasarkan representasi keuangan yang tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi sesungguhnya (Ellin dan Wati, 2023).
Manipulasi aktivitas riil memberikan dampak langsung terhadap struktur dan dinamika operasional perusahaan, mendorong pemborosan sumber daya, penurunan produktivitas, serta pelemahan kualitas pengambilan keputusan manajerial. Krismiaji, Purnamasari, dan Sumayyah (2025) menemukan bahwa mekanisme pengaruh keputusan akuntansi tersembunyi tidak hanya terbatas pada aspek pelaporan keuangan, tetapi juga memengaruhi kinerja operasional dan strategis perusahaan secara menyeluruh.
Upaya Mengatasi Keputusan Akuntansi Tersembunyi Terhadap Kinerja Perusahan Melalui Pemeriksaan Detail Penilaian Aset
Upaya mengatasi keputusan akuntansi tersembunyi diarahkan melalui pemeriksaan detail penilaian aset guna mempersempit ruang manipulasi dan meningkatkan transparansi laporan keuangan. Pemeriksaan mendalam terhadap kebijakan revaluasi aset, asumsi nilai wajar, serta konsistensi metode penilaian memperkuat objektivitas informasi keuangan (Rahman, 2022).
Keterlibatan penilai independen serta pengawasan terstruktur meningkatkan keandalan laporan keuangan dan kepercayaan pemangku kepentingan terhadap kinerja perusahaan. Anggraeni, Safitri, dan Adekunle (2024) menegaskan bahwa transparansi penilaian aset berkontribusi signifikan menekan kecenderungan munculnya keputusan akuntansi tersembunyi serta mendukung keberlanjutan kinerja perusahaan.
Tekanan kinerja perusahaan mendorong manajemen memanfaatkan fleksibilitas kebijakan akuntansi sebagai pembentukan citra kinerja keuangan yang lebih stabil dan positif. Praktik keputusan akuntansi tersembunyi muncul sebagai konsekuensi konflik kepentingan antara manajemen dan pemilik modal, diperkuat oleh tekanan eksternal serta kelemahan mekanisme pengawasan. Kondisi tersebut melemahkan kemampuan pemangku kepentingan menilai kinerja dan risiko perusahaan secara objektif serta menegaskan kualitas kinerja perusahaan tidak dapat dipisahkan dari keandalan informasi akuntansi, efektivitas pengawasan, dan tata kelola perusahaan yang kuat.

Penulis: Azzahra Alikha Shandy Aulia (202510170110059)
Mahasiswa S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Malang











