NASIONALISME.NET, Batang — Subtim 65 Tim 1 KKN Universitas Diponegoro Periode 2025-2026 melaksanakan program kerja pengadaan alat pengaduk bumbu bagi pelaku usaha keripik pisang di Desa Cluwuk, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang. Program ini bertujuan membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi keripik pisang.
Sebelum program dilaksanakan, proses pencampuran bumbu dilakukan secara manual dengan toples yang dikocok secara berulang. Cara ini membutuhkan waktu lama, menghabiskan tenaga, dan hasil pencampuran sering tidak merata. Kondisi tersebut membatasi jumlah produksi harian dan memengaruhi konsistensi rasa produk.
Farrel Muhammad Irvianto, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik kemudian merancang dan menyediakan alat pengaduk bumbu yang mudah digunakan. Alat ini bekerja dengan sistem mekanik sederhana yaitu gaya sentrifugal dan tidak memerlukan keahlian khusus. Cara penggunaannya dengan memasukkan bahan dasar dan bumbu ke dalam toples, kemudian pemasangan kerangkanya, kemudian diputar dengan tangan secara berulang. Bahan pembuatan alat mudah diperoleh dan sesuai dengan kondisi pelaku usaha desa.
Setelah alat selesai, Farrel memberikan penjelasan dan pelatihan penggunaan alat pada 26 Januari 2026. Pelaku usaha langsung mempraktikkan penggunaan alat dalam pengadukan bumbu keripik pisang. Setelah sosialisasi selesai, Tim KKN menyerahkan alat kepada pelaku usaha yang diwakili oleh ketua PKK desa.
Penggunaan alat pengaduk bumbu membuat proses pencampuran lebih cepat dan merata. Waktu produksi menjadi lebih singkat dibandingkan sebelumnya. Kapasitas produksi harian meningkat dan kualitas rasa keripik pisang menjadi lebih konsisten.
Pelaku usaha menyampaikan respon positif terhadap program ini saat sosialisasi pengadaan alat dilakukan, pada 26 Januari 2026. Alat pengaduk bumbu membantu meringankan beban kerja dan meningkatkan produktivitas usaha. Program ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan usaha keripik pisang dan makanan ringan lainnya di Desa Cluwuk dan berkontribusi pada penguatan ekonomi lokal.











