Jejak Pengabdian KKN UNDIP: Inovasi Insinerator Hebel Sebagai Solusi Polusi Sampah di Desa Bukur

Avatar photo
WhatsApp-Image-2026-02-10-at-20.38.48
Foto pemasangan plang Incenerator

BOJONG, PEKALONGAN — Memasuki wilayah Desa Bukur di Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, pemandangan tumpukan sampah plastik yang sebelumnya sering ditemui di tepi jalan maupun bantaran sungai mulai berkurang secara signifikan. Sejak Januari 2024, sebuah perubahan nyata hadir berkat inisiatif para mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Melalui program kerja unggulan, mereka berhasil merancang dan mengoperasikan unit insinerator ramah lingkungan yang secara khusus ditujukan untuk menyelesaikan kemelut limbah rumah tangga warga setempat.

Langkah strategis ini diambil sebagai respon atas kondisi lingkungan yang memprihatinkan. Tim KKN UNDIP mengamati bahwa Desa Bukur menghadapi kendala serius terkait aksesibilitas armada pengangkut sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) kabupaten. Kondisi tersebut memaksa masyarakat menempuh cara-cara konvensional yang merugikan, seperti membuang sampah ke aliran sungai atau melakukan pembakaran terbuka di area pemukiman. Praktik ini tidak hanya mencemari estetika desa, namun juga berdampak buruk bagi kesehatan paru-paru warga akibat paparan dioksin dari plastik yang tidak terbakar secara sempurna.

“Fokus utama kami adalah menciptakan sistem pengelolaan sampah yang mandiri, rendah biaya operasional, namun tetap mudah dikelola oleh perangkat desa. Sebagai representasi akademisi dari UNDIP, kami berupaya mengimplementasikan teknologi tepat guna yang benar-benar menjawab kebutuhan primer masyarakat di sini,” ungkap Novita selaku koordinator kelompok KKN UNDIP.

Proses realisasi teknologi ini diawali dengan tahapan observasi mendalam dan kajian teknis pada awal bulan Januari. Keberhasilan proyek ini tidak lepas dari sinergi kolektif antara mahasiswa, Pemerintah Desa Bukur, serta elemen masyarakat. Gotong royong menjadi kunci utama, di mana warga turut serta dalam penyediaan lahan serta bantuan tenaga selama proses konstruksi fisik yang berlangsung pada minggu kedua hingga ketiga.

Dari sisi teknis, insinerator ini memiliki keunikan karena dibangun menggunakan material hebel (bata ringan). Pemilihan material ini didasarkan pada efisiensi waktu pengerjaan serta karakteristik hebel yang memiliki daya isolasi panas sangat baik. Dengan kemampuan isolasi tersebut, suhu di dalam ruang bakar dapat terjaga pada level optimal untuk menghancurkan sampah anorganik secara tuntas tanpa terjadi kebocoran panas ke dinding luar. Integrasi cerobong asap dan sistem sirkulasi udara yang presisi memastikan emisi gas buang tetap terkendali dan meminimalisir dampak polusi udara.

Selain aspek infrastruktur, Tim KKN UNDIP juga menitikberatkan pada keberlanjutan program. Di penghujung masa pengabdian, mereka melakukan serah terima dokumen prosedur operasional standar (SOP) serta menyelenggarakan pelatihan teknis bagi pengelola lingkungan dan pemuda karang taruna setempat. Edukasi ini menjadi elemen krusial agar fasilitas yang telah dibangun dapat dirawat secara mandiri oleh warga Desa Bukur.

Kini, keberadaan insinerator tersebut diharapkan mampu mengantarkan Desa Bukur menjadi pelopor tata kelola sampah mandiri di tingkat kecamatan. Transformasi ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemikiran akademis dan kearifan lokal dapat melahirkan solusi yang bermartabat. Masalah sampah kini bukan lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebuah tantangan yang berhasil dijawab melalui inovasi dan kerja keras demi masa depan lingkungan yang lebih sehat.

Penulis: Tim KKN Universitas Diponegoro (UNDIP) Desa Bukur

Editor: Hafizh Abqori, Tim NASIONALISME.net