NASIONALISME.NET, Klaten — KKN-T Tim 27 melaksanakan program kerja sosial masyarakat berupa kegiatan sosialisasi penanganan nyamuk melalui penyuluhan dan praktik pembuatan ovitrap konvensional serta ovitrap elektrik berbasis pemanfaatan sampah lampu bekas. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Plosowangi, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai peserta utama.
Kegiatan diawali dengan sesi pemaparan materi edukasi mengenai dampak pembakaran sampah plastik terhadap kesehatan, khususnya gangguan sistem pernapasan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Dalam sesi ini dijelaskan bahwa pembakaran sampah plastik secara terbuka dapat menghasilkan zat berbahaya seperti partikel halus, dioksin, dan gas beracun yang berisiko menyebabkan iritasi saluran napas, memperparah asma, serta meningkatkan potensi penyakit paru.
Selain itu, disampaikan pula upaya pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat, antara lain melalui pengelolaan sampah yang lebih tepat, pemilahan sampah, daur ulang, serta menghindari praktik pembakaran sampah di lingkungan permukiman.

Setelah sesi edukasi kesehatan lingkungan, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi pengendalian populasi nyamuk sebagai langkah preventif terhadap penyakit berbasis vektor seperti demam berdarah dan chikungunya. Tim menjelaskan konsep dasar ovitrap sebagai alat sederhana untuk menarik nyamuk bertelur sekaligus menekan jumlah jentik yang berkembang.
Pada tahap praktik, peserta diperkenalkan dengan pembuatan ovitrap konvensional menggunakan bahan sederhana seperti wadah bekas berwarna gelap, air, dan media penarik nyamuk. Tim mendemonstrasikan langkah pembuatan, penempatan yang efektif, serta cara monitoring dan perawatan ovitrap agar tetap berfungsi optimal.
Selanjutnya, diperkenalkan inovasi ovitrap elektrik berbasis pemanfaatan sampah lampu bekas. Pada sesi ini dijelaskan prinsip kerja alat, yaitu penggunaan cahaya sebagai penarik serangga yang dikombinasikan dengan sistem penjebak. Tim menunjukkan proses perakitan sederhana, fungsi tiap komponen, serta aspek keamanan penggunaan listrik skala rendah. Penekanan diberikan pada nilai tambah pemanfaatan limbah sebagai media alat guna sekaligus mengurangi potensi sampah elektronik.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Masyarakat menunjukkan antusiasme melalui partisipasi aktif dalam praktik pembuatan ovitrap dan diskusi mengenai penerapan alat di lingkungan rumah masing-masing. Di akhir kegiatan, tim memberikan rekomendasi penempatan ovitrap di titik rawan genangan dan area teduh untuk meningkatkan efektivitas pengendalian nyamuk.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Plosowangi dapat meningkatkan kesadaran terhadap bahaya pembakaran sampah plastik bagi kesehatan serta mampu menerapkan metode sederhana dan inovatif dalam pengendalian populasi nyamuk secara mandiri dan berkelanjutan.











