Mahasiswa KKN Kelompok 33 Universitas PGRI Semarang Bangkitkan Urban Farming dengan Kolaborasi Kreatif Bersama Warga Kelurahan Tlogomulyo

Avatar photo
WhatsApp-Image-2026-02-24-at-14.06.59-1
Gotong royong mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 33 untuk pembenahan urban farming.

NASIONALISME.NET, Semarang — Kebun yang berada di belakang kantor kelurahan sebelumnya tampak biasa kini berubah menjadi ruang hijau tertata rapi dan penuh warna di Kelurahan Tlogomulyo, Semarang. Perubahan ini merupakan hasil kolaborasi mahasiswa KKN Kelompok 33 dari Universitas PGRI Semarang bersama warga melalui program MAWAR (Menanam Bersama Warga), sebuah gerakan pembenahan urban farming berbasis partisipasi masyarakat.

Pembenahan urban farming dilakukan secara menyeluruh melalui penataan ulang lahan, penyediaan media tanam siap pakai, pemasangan identitas area kebun, serta penanaman sayuran produktif agar kawasan yang sebelumnya kurang tertata berubah menjadi ruang hijau yang rapi, fungsional, dan berkelanjutan. 

Mahasiswa memasang plang identitas di setiap area kebun. Penanda tersebut membuat kawasan urban farming terlihat lebih terorganisir sekaligus memperjelas tanggung jawab masing-masing wilayah. Penataan visual ini memberi kesan bahwa kebun kota dapat dikelola secara profesional meski berada di lingkungan permukiman. Berikut merupakan dokumentasi sebelum dan sesudah pembenahan di urban farming. 

Secara keseluruhan, program pembenahan ini menunjukkan bahwa optimalisasi lahan terbatas di kawasan permukiman dapat dilakukan melalui strategi sederhana namun terencana. Penataan struktur kebun, penyediaan sarana tanam, dan penguatan peran masyarakat terbukti mampu mengubah area biasa menjadi ruang hijau produktif yang memberi lebih banyak manfaat. 

Respon masyarakat Tlogomuyo sangat positif. Warga menilai kegiatan ini membawa perubahan signifikan, baik dari sisi estetika lingkungan maupun hubungan sosial. Area yang sebelumnya kurang terawat kini menjadi ruang hijau produktif sekaligus tempat interaksi warga. Dengan demikian, warga dapat merasakan hasil nyata dari kegiatan tersebut dalam waktu relatif singkat. 

Program MAWAR juga diharapkan menjadi model pembenahan urban farming yang dapat direplikasi di wilayah lain. Mahasiswa berharap kebun yang telah dibangun tidak berhenti setelah masa KKN selesai, melainkan terus dirawat warga sebagai sumber pangan, ruang edukasi, dan simbol kepedulian terhadap lingkungan kota.

Editor: Hafizh Abqori, Tim NASIONALISME.net