Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Warga Peduli Sampah Rumah Tangga demi Lingkungan dan Masa Depan

Avatar photo
IMG_20260201_195344-1
Pemaparan program multidisplin 1 oleh mahasiswa KKN Reguler Tim I Kelompok 73 Universitas Diponegoro

NASIONALISME.NET, Batang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Tim I Kelompok 73 Universitas Diponegoro melaksanakan rangkaian program kerja multidisiplin di Desa Bandung, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, dengan fokus utama pada Program Multidisiplin 1 bertema Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Pengelolaan Sampah Rumah Tangga.

Permasalahan sampah rumah tangga masih menjadi hal yang sering ditemui di lingkungan sekitar oleh warga Desa Bandung. Belum adanya tempat dan sistem pengelolaan yang memadai membuat sebagian besar warga membuang sampah secara sembarangan terutama ke sungai, sering kali dianggap sepele padahal dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dari Program Studi Oseanografi melaksanakan program kerja “Pemberdayaan Masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga serta dampaknya terhadap lingkungan sekitar”.

Kegiatan ini dilakukan melalui sosialisasi dengan memanfaatkan media poster edukatif bertajuk “Jaga Lingkungan, Jaga Masa Depan”. Poster tersebut digunakan sebagai alat bantu untuk memudahkan masyarakat memahami alur permasalahan sampah, mulai dari sumbernya di rumah tangga hingga dampaknya terhadap sungai dan laut. Dengan visual yang jelas dan bahasa yang sederhana, warga dapat dengan mudah menangkap pesan yang disampaikan.

Melalui poster tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan dapat mencemari air sungai dan akhirnya mengalir ke laut. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga manusia dan makhluk hidup lainnya. Sampah dapat menyumbat aliran sungai sehingga memicu banjir, mencemari air, serta mengganggu ekosistem sungai dan laut. Biota air pun berisiko terkontaminasi, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas air bersih yang digunakan manusia sehari-hari.

Selain membahas dampak, mahasiswa juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan air sebagai sumber kehidupan. Air bersih berperan penting bagi kesehatan manusia, kelangsungan hidup ikan dan makhluk air lainnya, serta menjadi penopang kehidupan generasi mendatang. Pesan ini disampaikan agar masyarakat tidak hanya mengetahui dampaknya, tetapi juga memahami alasan mengapa lingkungan perlu dijaga bersama.

Sebagai bentuk tindak lanjut, masyarakat Desa Bandung diajak untuk menerapkan langkah-langkah sederhana yang dapat dimulai dari rumah. Di antaranya dengan membuang sampah pada tempatnya, memisahkan sampah organik dan anorganik, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar. Langkah kecil tersebut diharapkan dapat menjadi kebiasaan baru yang berdampak besar bagi kebersihan lingkungan.

Melalui program pemberdayaan masyarakat di Desa Bandung ini, diharapkan tumbuh kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab semua pihak. Sungai yang bersih akan menciptakan laut yang sehat, dan pada akhirnya mendukung kehidupan yang lebih aman dan berkelanjutan bagi masyarakat sekarang maupun generasi yang akan datang.

Editor: Hafizh Abqori, Tim NASIONALISME.net