NASIONALISME.NET, Demak – Bullying masih menjadi permasalahan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah dasar dan berpotensi mengganggu perkembangan psikologis serta sosial anak. Sebagai upaya pencegahan sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 1 Desa Mranggen menggelar kegiatan sosialisasi anti bullying bagi siswa SD Negeri Mranggen 4 pada hari Sabtu 31 Januari 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya bullying sekaligus menanamkan sikap saling menghargai, empati, dan peduli terhadap sesama teman di lingkungan sekolah. Sosialisasi disampaikan melalui metode interaktif yang disesuaikan dengan usia anak-anak, seperti penyampaian materi sederhana, diskusi, bernyanyi serta simulasi ringan yang mudah dipahami.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator dan pendamping yang mengajak siswa untuk mengenali berbagai bentuk perilaku bullying, baik secara verbal maupun nonverbal. Siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak negatif bullying serta langkah-langkah yang dapat dilakukan apabila mengalami atau menyaksikan Tindakan bullying, seperti berani melapor kepada guru dan saling tolong-menolong antar teman. 
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, serta mampu menyebutkan contoh perilaku bullying yang sering dijumpai di lingkungan sekolah. Melalui simulasi dan diskusi, siswa diajak untuk mempraktikkan sikap yang tepat dalam menghadapi situasi bullying.
Program Sosialisasi anti bullying ini sejalan dengan upaya sekolah dalam membangun karakter siswa yang berakhlak baik dan berempati. Kehadiran mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 1 memberikan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan komunikatif, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh siswa.
Kepala Sekolah SD Negeri Mranggen 4 menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi anti bullying yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UPGRIS sangat bermanfaat dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perilaku bullying. Pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh warga sekolah sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan iklim pendidikan yang positif dan berkarakter.











