NASIONALISME.NET, Surabaya — Belakangan ini, warga Surabaya dan sekitarnya digegerkan oleh isu pertalite yang disebut-sebut menyebabkan mesin sepeda motor mengalami “membaret,” cepat rusak, hingga mogok mendadak. Kegaduhan ini mengakibatkan betapa sensitifnya masyarakat terhadap kualitas BBM yang mereka gunakan sehari-hari. Bagi sebagian besar warga, sepeda motor adalah alat transportasi utama mereka, bukan sekedar kendaraan, tetapi juga untuk menopang aktivitas kerja, sekolah, dan kebutuhan harian. Karena itu, ketika muncul keluhan dari para warga mengenai kualitas pertalite, wajar jika mereka merasa cemas dan kesal.
Sayangnya, isu ini juga memperlihatkan kurangnya komunikasi dan transparansi dari pihak terkait. Warga juga membutuhkan penjelasan yang tegas mengenai akar permasalahan ini. Tanpa klarifikasi yang jelas, rumor ini akan terus berkembang dan menurunkan kepercayaan terhadap BBM yang bersubsidi.
Pada akhirnya, pemerintah dan penyedia BBM perlu segera melakukan uji kualitas secara terbuka dengan melibatkan berbagai pihak agar bisa terungkap apa yang sebenarnya terjadi. Penyedia BBM bersubsidi ini perlu memperkuat pengawasan di area SPBU dan memberikan edukasi yang lugas kepada masyarakat. Ketika jutaan orang mengandalkan sepeda motor untuk transportasi sehari-hari, kualitas pertalite bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal rasa aman.
Selain itu, kondisi saat ini menunjukkan betapa pentingnya rantai distribusi BBM yang benar-benar terjaga. Tidak sedikit warga yang menduga bahwa kerusakan kualitas pertalite bisa terjadi di berbagai titik wilayah, Jika titik-titik rawan ini tidak diawasi secara ketat, maka potensi kecurangan atau kelalaian akan semakin membesar karena masyarakat juga berhak mendapatkan bahan bakar yang sesuai standar, apalagi mereka membelinya dengan harapan mendapatkan keamanan dan performa yang layak untuk kendaraan mereka. Kejadian ini bisa dijadikan pelajaran untuk memperbaiki standar layanan BBM bersubsidi secara menyeluruh.
Penulis: Jufita Cantika Putri











