Solusi Bersih dan Hemat, Mahasiswa KKN-T Undip Berdayakan Warga Ngemplak Simongan Lewat Inovasi Sabun Cuci Tangan Guna Peluang Usaha Mandiri

Avatar photo
Mahasiswa Teknik Kimia Undip, Ahmad Nur Ihsan (KKNT Tim 8), berfoto bersama warga RW 07 Kelurahan Ngemplak Simongan usai praktik pembuatan sabun cuci tangan di Balai RT 02, Semarang, Rabu (16/01/2026).

NASIONALISME.NET, Semarang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tim 8 Universitas Diponegoro, Ahmad Nur Ihsan, mahasiswa Teknik Kimia Undip dari Kelompok 3, melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan sabun cuci tangan kepada warga di lingkungan RW 07 Kelurahan Ngemplak Simongan, Kota Semarang, bertempat di Balai RT 02 RW 07, Rabu (16/01/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi kreatif yang diusung dalam pelaksanaan KKNT, sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8, yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, melalui peningkatan keterampilan kewirausahaan berbasis rumah tangga.

Edukasi ini bertujuan untuk memberikan solusi praktis bagi warga dalam memenuhi kebutuhan sanitasi harian secara mandiri dan hemat, sekaligus membuka peluang usaha mikro bagi warga RW 07. Pelatihan dilakukan dengan memperkenalkan teknik formulasi sabun cair yang aman, efektif, serta menggunakan bahan baku yang mudah dijangkau.

Ahmad Nur Ihsan menjelaskan bahwa pembuatan sabun cuci tangan secara mandiri memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikelola dengan serius. “Bagi masyarakat, sabun adalah kebutuhan pokok. Dengan keahlian yang sederhana, warga bisa memproduksi sabun berkualitas tinggi dengan biaya produksi yang jauh lebih ekonomis. ini bukan hanya soal hemat, tapi juga peluang untuk menjadi penghasilan tambahan keluarga,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemetaan wilayah, warga RW 07 memiliki semangat gotong royong dan perkumpulan aktif seperti PKK yang potensial untuk menjadi wadah usaha bersama. Oleh karena itu, pelatihan pembuatan sabun dinilai tepat sebagai langkah awal menumbuhkan jiwa entrepreneurship di tingkat lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menyampaikan materi secara mendalam mengenai fungsi masing-masing bahan kimia seperti surfaktan (Texapon), zat pengental, hingga aromatik, serta pentingnya menjaga higienitas selama proses produksi. Kegiatan ini juga disertai dengan praktik langsung mulai dari pencampuran bahan hingga pengemasan produk (packaging) agar terlihat menarik untuk dipasarkan.

Salah satu perwakilan warga RW 07 yang hadir menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif yang diberikan mahasiswa KKNT Undip. Menurutnya, keterampilan ini adalah hal baru yang sangat relevan dengan kebutuhan ibu rumah tangga saat ini.

“Selama ini kami hanya membeli sabun jadi di toko. Ternyata setelah dipraktikkan langsung bersama Mas Ihsan, cara buatnya cukup mudah dan hasilnya tidak kalah bagus. Ini sangat bermanfaat, selain bisa dipakai sendiri untuk hemat belanja bulanan, kalau dikemas cantik bisa kami jual untuk nambah uang kas atau tabungan pribadi,” ujarnya.

Antusiasme warga terlihat sangat tinggi sepanjang acara. Banyak warga yang aktif bertanya mengenai takaran bahan yang pas agar busa melimpah serta cara memberikan aroma yang tahan lama pada sabun.

Melalui kegiatan pelatihan ini, mahasiswa KKNT Universitas Diponegoro berharap warga RW 07 Kelurahan Ngemplak Simongan dapat menerapkan keterampilan ini secara berkelanjutan, sehingga mampu menciptakan kemandirian ekonomi melalui produk sanitasi rumah tangga yang mandiri dan berdaya saing.

Editor: Hafizh Abqori, Tim NASIONALISME.net