NASIONALISME.NET, Semarang – Masalah limbah minyak goreng bekas atau jelantah di tingkat rumah tangga seringkali menjadi kendala lingkungan. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 29 menggelar pelatihan inovatif pembuatan lilin aromaterapi bagi ibu-ibu di Kelurahan Pedurungan Lor pada hari Rabu, 28 Januari 2026
Kegiatan yang berlangsung di Balai Kelurahan Pedurungan Lor ini bertujuan untuk meminimalisir pembuangan jelantah ke saluran air yang dapat mencemari lingkungan, sekaligus memberikan alternatif keterampilan yang bernilai ekonomi.

Koordinator kegiatan, Liza Veronika, menjelaskan bahwa proses pengolahan ini cukup sederhana namun efektif. “Kami menggunakan bahan tambahan seperti stearin (pengeras lemak) dan minyak esensial untuk menghilangkan bau minyak serta memberikan aroma relaksasi. Dengan begitu, minyak bekas yang tadinya tidak berguna bisa menjadi barang estetik,” ujarnya.
Antusiasme ibu-ibu terlihat saat mereka mulai mencampurkan bahan dan memilih aroma favorit mereka. Ketua PKK setempat, Ibu Jimmy, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. “Biasanya jelantah hanya dibuang, tapi sekarang kami tahu cara mengolahnya jadi lilin aromaterapi yang cantik. Ini sangat bermanfaat, bisa dipakai sendiri atau bahkan dijual,” tuturnya.
Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN UPGRIS berharap kesadaran akan kebersihan lingkungan di Pedurungan Lor semakin meningkat melalui cara-cara yang kreatif dan ekonomis.











