NASIONALISME.NET, Makassar – Sebuah terobosan inovatif dalam dunia pendidikan khusus hadir dari tangan mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM). Muh. Salahudin, mahasiswa Jurusan Pendidikan Khusus Fakultas Ilmu Pendidikan angkatan 2024, mengembangkan media pembelajaran digital berbasis suara bernama “gentasmart.site”. Inovasi ini menawarkan media pembelajaran berbasis suara sepenuhnya, tanpa memerlukan sentuhan layar sama sekali.
Website gentasmart.site dirancang khusus untuk anak-anak tunadaksa dengan amputasi gerak atas, yang sering mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan perangkat digital konvensional. “Semua fitur hanya dikendalikan melalui perintah suara,” jelas Salahudin dalam presentasinya. Pengguna cukup berbicara untuk mengakses pelajaran, menjawab kuis, atau mendengarkan cerita interaktif, membuat pembelajaran mandiri dan inklusif tanpa hambatan fisik.
Fitur utama website ini mengandalkan teknologi pengenalan suara canggih, seperti speech-to-text dan text-to-speech, yang terintegrasi dengan AI sederhana. Anak-anak bisa berkata “Mulai pelajaran matematika” untuk memulai sesi belajar, atau “Ulangi jawaban” jika perlu klarifikasi. Konten mencakup mata pelajaran dasar seperti bahasa, matematika, sains, dan literasi Islami, disesuaikan dengan kurikulum pendidikan dasar Indonesia.
Inovasi ini lahir dari pengamatan Salahudin terhadap tantangan anak tunadaksa di daerah Sulawesi Selatan. Banyak anak dengan kondisi serupa kesulitan belajar mandiri karena ketergantungan pada layar sentuh atau bantuan orang tua. “Gentasmart.site menghilangkan itu semua. Hanya suara saja yang dibutuhkan, sehingga anak bisa belajar kapan saja, di mana saja,” ungkapnya.
Media pembelajaran ini bukan konsep belaka. Salahudin telah mengembangkan prototipe menggunakan platform web open-source dengan integrasi API suara seperti Google Speech Recognition dan ElevenLabs untuk sintesis suara alami. Pengujian awal dilakukan pada 1 anak tunadaksa amputasi gerak atas dan gerak bawah kaki, yang menunjukkan peningkatan kemandirian belajar setelah dua minggu penggunaan.
Dari sisi bisnis, website ini berpotensi besar sebagai startup edtech. Model monetisasinya mencakup langganan bulanan untuk sekolah inklusi, lisensi untuk lembaga pendidikan khusus, dan donasi dari filantropis. “Kami targetkan anak tunadaksa amputasi gerak atas dan gerak bawah,” tambah Salahudin, yang juga merencanakan kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Teknologi voice-only ini selaras dengan tren global aksesibilitas digital, mirip asisten suara seperti Alexa atau Siri, tapi dioptimalkan untuk pendidikan anak berkebutuhan khusus. Di Indonesia, di mana data Kemenkes mencatat ribuan anak tunadaksa setiap tahunnya, solusi ini bisa merevolusi pendidikan inklusif.
Dosen pembimbing, Bapak Dr. H. Syamsuddin, M.Si. dan Ibu Nur Wulandani, S.Pd., M.Pd., memuji inisiatif ini. “Karya Salahudin adalah contoh nyata bagaimana mahasiswa Pendidikan Khusus berkontribusi pada SDGs nomor 4: pendidikan berkualitas untuk semua,” kata mereka.
Pengembangan lebih lanjut direncanakan dalam bentuk aplikasi, bukan pengembangan web multibahasa; untuk saat ini konten hanya disajikan dalam bahasa Indonesia dengan suara anak yang jelas dan mudah dimengerti. Tim pengembang juga meniadakan rencana penggunaan bahasa Bugis; fokus awal adalah menyempurnakan pengalaman suara dalam bahasa Indonesia sebelum mempertimbangkan bahasa daerah atau fitur tambahan.
Inovasi ini juga membuka peluang kewirausahaan bagi mahasiswa lain. Gentasmart.site dijadikan media pembelajaran digital untuk mendukung akses pendidikan inklusif. Dukungan dari komunitas startup Makassar pun mulai mengalir.
Gentasmart.site bukan sekadar website; ini adalah jembatan menuju pendidikan setara. Dengan hanya suara sebagai kunci, anak tunadaksa kini punya akses penuh ke dunia pengetahuan digital.
Di tengah kemajuan teknologi AI, karya Salahudin mengingatkan kita bahwa inovasi terbaik lahir dari empati. Media pembelajaran ini berpotensi diadopsi secara luas, membuktikan bahwa satu ide sederhana bisa mengubah nasib ribuan anak.











