NASIONALISME.NET, Semarang — Rabu, 4 Februari 2026 bertempat di Balai RW Desa Siroto telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi perancangan conveyor belt dengan sistem mekanis untuk pembuangan kotoran ayam yang diikuti oleh peserta dari kelompok tani Subur Makmur RW 10 desa Siroto Kelurahan Gunungpati Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pemahaman teknis dan keterampilan praktis dalam perancangan sistem conveyor belt mekanis yang efisien. Fokus utama dari program ini adalah mengoptimalkan manajemen limbah peternakan melalui otomatisasi pembuangan kotoran ayam, guna menciptakan lingkungan kandang yang lebih higienis, mengurangi kadar amonia, dan meningkatkan efisiensi operasional peternak secara berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai latar belakang perancangan conveyor belt, prinsip kerja mekanis conveyor belt serta pentingnya manajemen limbah otomatis dalam menjaga kesehatan unggas. Selanjutnya penjelasan mengenai cara penggunaan dan maintenance sehingga sistem pembuangan ekskreta dapat berjalan dengan stabil dan presisi.

Materi yang disampaikan Muhammad Aldebaran Imantaka mahasiswa KKN Tematik mengenai pentingnya sinkronisasi antara desain ergonomis dengan struktur kandang, khususnya pada penentuan sudut elevasi dan posisi belt untuk mencegah backflow serta menjamin kelancaran aliran ekskreta. Fokus teknis juga diarahkan pada aksesibilitas komponen, seperti penempatan konstruksi roller dan sistem belt scraper, guna menyederhanakan prosedur pemeliharaan dan menjaga higienitas sistem secara berkelanjutan.
DPL KKN Tematik Lilik Krismiyanto, S.Pt., M.Si. melaporkan bahwa conveyor belt pada kandang ayam dibuat sebagai sistem mekanis untuk memudahkan pengangkutan kotoran, pakan, atau telur secara efisien dan berkelanjutan. Pembuatan conveyor belt diawali dengan perancangan rangka menggunakan besi atau baja ringan, pemasangan motor penggerak listrik, roller, serta sabuk (belt) dari bahan karet atau PVC yang tahan lembap dan korosi.
Sistem ini dirancang menyesuaikan panjang dan lebar kandang agar mampu bekerja optimal tanpa mengganggu aktivitas ternak. Penerapan conveyor belt pada kandang ayam mampu meningkatkan efisiensi kerja, menjaga kebersihan kandang, mengurangi penumpukan kotoran, serta menekan bau dan risiko penyakit. Teknologi ini sangat sesuai diterapkan pada peternakan semi-intensif hingga intensif sebagai bagian dari manajemen kandang modern dan biosekuriti.
Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini dan aktif bertanya selama proses praktik berlangsung. Diharapkan melalui kegiatan ini, peserta dapat menerapkan perancangan conveyor belt dengan sistem mekanis secara mandiri untuk mendukung peternakan berkelanjutan dan mengurangi limbah dari kotoran ayam di lingkungan sekitar.
Kegiatan yang dilakukan oleh KKN Tematik 1 TIM 15 UNDIP 2026 dilaksanakan untuk mendorong masyarakat yang produktif dan mandiri dalam meningkatkan ketahan pangan.











