Ikuti Program Sustainable International Community Service, Mahasiswa Universitas PGRI Semarang Dukung UMKM Kerajinan Cangkang Kerang di Desa Serangan

Avatar photo

NASIONALISME.NET, Bali — Mahasiswa Universitas PGRI Semarang yang mengikuti program Sustainable International Community Service mengunjungi UMKM kerajinan cangkang kerang di Desa Serangan, Denpasar Selatan, Bali, Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini bertujuan mempelajari praktik pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah cangkang kerang menjadi produk bernilai ekonomi.

Pemilik UMKM, I Made Kanan Jaya, menjelaskan bahwa usaha tersebut berawal dari pemanfaatan limbah cangkang kerang yang dihasilkan sebuah rumah makan seafood di Desa Serangan. Limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kemudian diolah menjadi berbagai kerajinan tangan, seperti lampu hias, tempat lilin, hiasan dinding, hingga suvenir.

“Awalnya cangkang kerang hanya menjadi limbah. Kami mencoba mengolahnya menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai jual sehingga bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar I Made Kanan Jaya.

Menurutnya, seiring meningkatnya permintaan pasar, UMKM tersebut juga mulai memberdayakan masyarakat sekitar melalui pelatihan pembuatan kerajinan berbahan dasar cangkang kerang. Program tersebut banyak melibatkan ibu rumah tangga yang dapat bekerja dari rumah.

“Masyarakat kami latih terlebih dahulu. Setelah bisa membuat kerajinan, hasil produksinya dikumpulkan ke tempat kami dan mereka memperoleh upah sesuai jumlah produk yang dihasilkan,” katanya.

Ia menjelaskan, salah satu produk yang cukup diminati adalah tempat lilin berbahan cangkang kerang. Proses pembuatannya relatif cepat. Pengrajin yang sudah terbiasa hanya membutuhkan waktu sekitar dua menit untuk menyelesaikan satu produk, sedangkan pemula memerlukan waktu sekitar sepuluh menit.

Selain memasarkan hasil kerajinan, UMKM ini juga menyediakan paket edukasi bagi wisatawan yang ingin belajar membuat kerajinan cangkang kerang secara langsung. Program tersebut menjadi salah satu daya tarik wisata edukasi di Desa Serangan karena menggabungkan kreativitas, pengelolaan limbah, dan pemberdayaan masyarakat.

“Wisatawan tidak hanya membeli hasil kerajinan, tetapi juga bisa mencoba membuatnya sendiri. Dengan begitu mereka mendapat pengalaman sekaligus memahami bahwa limbah bisa diolah menjadi produk yang bernilai,” jelasnya.

Produk kerajinan cangkang kerang dari Desa Serangan kini telah dipasarkan di berbagai pasar tradisional, pusat oleh-oleh di Bali, hingga kawasan Nusa Dua.

Keberhasilan UMKM tersebut juga mendapat pengakuan di tingkat nasional. I Made Kanan Jaya mengungkapkan bahwa dirinya beberapa kali diundang ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Raja Ampat, untuk berbagi pengalaman dan memberikan pelatihan mengenai pengembangan UMKM berbasis kerajinan cangkang kerang.

“Kami pernah diundang ke beberapa daerah, termasuk Raja Ampat, untuk berbagi pengalaman dan memberikan pelatihan. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang mampu mengembangkan usaha kreatif dari limbah menjadi produk bernilai ekonomi,” tutupnya.

Kunjungan mahasiswa Universitas PGRI Semarang melalui program Sustainable International Community Service ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai pentingnya inovasi dalam pengelolaan limbah sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi antara UMKM dan masyarakat mampu menciptakan usaha yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Narasumber: I MADE KANAN JAYA
Kejadian: 30 Juni 2026 di Jl. Pura Segara No.4 Br. Ponjok Kel. Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, Bali.
Disusun Oleh: Sobkha Dina Qonita, Erika Nurul Hikmah, Feby Karnila, Salma Nur Zakiyah

Editor: Hafizh Abqori, Tim NASIONALISME.net