Evaluasi Pelatihan Dasar Kemiliteran bagi Calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih: Menempatkan Keselamatan sebagai Prioritas

Avatar photo
Firman Setiawan

Penulis: Ahmad Sarwan Zaky (202310210311052)

Mahasiswa Jurusan Agribisnis, Universitas Muhammadiyah Malang

NASIONALISME.NET, Malang — Program Koperasi Desa Merah Putih merupakan upaya pemerintah untuk memperkuat perekonomian desa melalui pengelolaan koperasi yang lebih profesional. menurut saya, pelatihan bagi calon manajer merupakan langkah yang tepat karena dapat membentuk kedisiplinan, kepemimpinan, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

Namun, adanya peserta yang meninggal dunia selama pelatihan menjadi perhatian yang perlu dievaluasi. Sebagai program yang dibiayai negara, keberhasilan tidak hanya di ukur dari jumlah peserta yang lulus, tetapi juga dari kemampuan penyelenggara dalam menjamin keselamatan seluruh peserta. Keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan kebijakan publik.

Saya juga berpendapat bahwa materi pelatihan perlu lebih disesuaikan dengan tugas seorang manajer koperasi. Selain pembentukan karakter, peserta seharusnya lebih banyak dibekali kemampuan manajemen, pengelolaan keuangan, kepemimpinan, dan pengembangan usaha koperasi agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Selain itu, penerapan manajemen risiko dan standar keselamatan harus diperkuat melalui pemeriksaan kesehatan, pemantauan kondisi peserta, kesiapan tenaga medis ,seta prosedur penanganan darurat. Langkah tersebut tidak mengurangi kualitas pelatihan, tetapi justru mencerminkan pelaksanaan program yang profesional dan bertanggung jawab.

Pada akhirnya, saya ingin menyampaikan pendapat saya terhadap pelatihan dasar kemiliteran bagi calon manajer koperasi desa merah putih hendaknya dipahami sebagai dari proses penyempurnaan kebijakan publik. Dengan menempatkan keselamatan peserta sebagai prioritas yang berjalan seiring dengan penguatan kompetensi manajerial untuk membangun koperasi desa yang profesional agar mendapat kepercayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Referensi:

Editor: Hafizh Abqori, Tim NASIONALISME.net