Ketergantungan Mahasiswa Terhadap AI dalam Dunia Pendidikan

Avatar photo

NASIONALISME.NET, Tangerang — Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Berbagai aplikasi AI kini mampu membantu mahasiswa mencari referensi, merangkum materi, hingga menyelesaikan tugas dalam waktu singkat. Kehadiran teknologi ini memang memberikan banyak kemudahan. Namun, di balik manfaat tersebut, muncul kekhawatiran bahwa mahasiswa mulai terlalu bergantung pada AI sehingga kemampuan berpikir dan belajar secara mandiri semakin berkurang.

Menurut teori konstruktivisme, belajar merupakan proses aktif yang dilakukan seseorang untuk membangun pengetahuannya sendiri melalui pengalaman dan pemecahan masalah. Dalam proses ini, mahasiswa dituntut untuk menganalisis informasi, berpikir kritis, dan menyusun pemahamannya sendiri. Oleh karena itu, penggunaan AI seharusnya menjadi alat bantu pembelajaran, bukan pengganti proses berpikir.

Kekhawatiran terhadap penggunaan AI dalam dunia pendidikan diperkuat oleh penelitian yang dikutip Kompas. Peneliti senior University of California, Berkeley, Igor Chirikov, menganalisis lebih dari 500.000 data pendaftaran mata kuliah di sebuah universitas besar di Texas selama periode 2018–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mata kuliah yang rentan terhadap penggunaan AI mengalami peningkatan pemberian nilai A hingga 30 persen sejak ChatGPT populer. Lonjakan tersebut terutama terjadi pada mata kuliah yang banyak menggunakan tugas menulis dan coding.

Peningkatan nilai memang terlihat sebagai hal positif, tetapi belum tentu mencerminkan peningkatan kemampuan mahasiswa. Chirikov menjelaskan bahwa banyak mahasiswa menggunakan AI untuk menyelesaikan tugas yang seharusnya dikerjakan sendiri. Akibatnya, nilai yang diperoleh menjadi lebih tinggi, sementara pemahaman dan keterampilan yang didapat justru berisiko menurun. Kondisi ini menunjukkan bahwa AI dapat menjadi jalan pintas yang mengurangi esensi pembelajaran apabila digunakan secara berlebihan.

Fenomena tersebut memiliki hubungan sebab-akibat yang jelas. Kemudahan memperoleh jawaban dari AI membuat sebagian mahasiswa lebih memilih hasil instan daripada proses belajar yang membutuhkan waktu dan usaha. Jika kebiasaan ini terus berlanjut, kemampuan berpikir kritis, menulis, dan memecahkan masalah dapat mengalami penurunan. Dalam jangka panjang, mahasiswa mungkin memiliki IPK yang tinggi, tetapi tidak memiliki kompetensi yang sesuai dengan nilai yang diperoleh.

Dampaknya tidak hanya dirasakan selama masa kuliah, tetapi juga ketika memasuki dunia kerja. Chirikov memperingatkan bahwa inflasi nilai akibat penggunaan AI dapat menyulitkan perusahaan dalam menilai kemampuan lulusan secara objektif. Ketergantungan terhadap AI juga berpotensi menghasilkan tenaga kerja yang kurang siap menghadapi tantangan tanpa bantuan teknologi.

Meski demikian, AI bukanlah musuh dalam dunia pendidikan. Teknologi ini tetap dapat dimanfaatkan untuk membantu memahami materi, mencari referensi, atau meningkatkan produktivitas belajar. Yang perlu dilakukan adalah menggunakan AI secara bijaksana dan bertanggung jawab. Kampus juga perlu menyusun aturan yang jelas mengenai penggunaan AI agar mahasiswa tetap mengembangkan kemampuan berpikir dan keterampilan akademik secara mandiri.

Pada akhirnya, AI adalah alat yang dapat memberikan manfaat besar apabila digunakan dengan tepat. Namun, pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada hasil akhir berupa nilai tinggi. Kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pemahaman yang mendalam tetap menjadi tujuan utama pembelajaran. Oleh karena itu, mahasiswa perlu menjadikan AI sebagai pendukung proses belajar, bukan sebagai pengganti usaha dan kemampuan mereka sendiri.

Sumber:

Kompas.com. (2026, 25 Mei). Nilai A mahasiswa tak berarti lagi gara-gara AI, masa depan dipertaruhkan. https://tekno.kompas.com/read/2026/05/25/12350047/nilai-a-mahasiswa-tak-berarti-lagi-gara-gara-ai-masa-depan-dipertaruhkan

Firman Setiawan

Penulis: Andre Effendi

Mahasiswa Universitas Pamulang

Editor: Hafizh Abqori, Tim NASIONALISME.net