Mahasiswa UNDIP Berkontribusi Cegah Risiko Kekerasan Seksual pada Remaja melalui BESTARI

Avatar photo
Kegiatan “BESTARI: Bersama Kenali Batasan Diri dan Lindungi Diri!” yang digelar pada Kamis (11/6/2026)

NASIONALISME.NET, Semarang – Mahasiswa Program Studi D4 Informasi dan Humas, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro berkolaborasi dengan DP3A Kota Semarang menggelar kegiatan “BESTARI: Bersama Kenali Batasan Diri dan Lindungi Diri!” di SMP Negeri 30 Kota Semarang, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 30 siswa sebagai bentuk edukasi perlindungan diri bagi remaja, khususnya dalam meningkatkan komunikasi asertif siswa dalam berkata “tidak” terhadap situasi yang tidak aman, menyampaikan ketidaknyamanan, dan keberanian untuk melapor.

BESTARI dilaksanakan sebagai respons terhadap pentingnya keterampilan perlindungan diri bagi remaja. Risiko kekerasan seksual dapat terjadi kapan saja, di mana saja, dan dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk oleh orang di lingkungan terdekat. Karena itu, siswa perlu dibekali pemahaman yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga keterampilan praktis agar mampu mengenali tanda situasi berisiko dan mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika membutuhkan bantuan.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 30 Kota Semarang, Bapak Yustinus Tri Warsanto, S.Pd. Dalam sambutannya, pihak sekolah menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan BESTARI dan berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi siswanya.

Berbeda dari sosialisasi satu arah, BESTARI menggunakan metode simulasi roleplay agar siswa dapat belajar melalui pengalaman langsung. Melalui roleplay, siswa diajak memerankan situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, kemudian memahami cara meresponsnya secara lebih aman, tegas, dan sesuai dengan batasan diri, dan di roleplay-kan kembali

Simulasi roleplay sebagai pendekatan utama acara.

Sesi refleksi dan penguatan materi dipandu oleh narasumber Andrea Neysa Ardelia, CH., CHt. Dalam sesi tersebut, siswa memperoleh pemahaman mengenai personal safety skills melalui konsep Recognize, Resist, dan Report, yaitu mengenali situasi tidak aman, menolak tindakan yang tidak pantas, serta melaporkan kejadian kepada orang dewasa yang dipercaya. Kegiatan juga dilengkapi dengan permainan Safe or Unsafe dan NO Challenge untuk melatih siswa membedakan situasi aman dan tidak aman serta membangun keberanian dalam menyampaikan penolakan.

Interaksi Panitia dengan Siswa.

Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat aktif dan antusias mengikuti rangkaian acara. Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat dalam praktik, diskusi, dan sesi tanya jawab. Beberapa siswa yang berani menjawab pertanyaan dari narasumber turut mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

Melalui tagline “Aman Dimulai dari Diri Sendiri!”, kegiatan BESTARI menekankan bahwa perlindungan diri perlu dimulai dari kemampuan mengenali batasan pribadi, berani menyampaikan rasa tidak nyaman, dan tidak ragu meminta bantuan kepada orang dewasa yang dipercaya. Kolaborasi mahasiswa UNDIP bersama DP3A Kota Semarang ini diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi siswa untuk lebih sadar, berani, dan sigap dalam menghadapi situasi yang tidak aman.

Firman Setiawan

Penulis: Aulia Az Zahra

Mahasiswa Program Studi D4-Informasi dan Humas, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro

Editor: Hafizh Abqori, Tim NASIONALISME.net